Minggu, 24 Juli 2011
Barnabas dan Paulus

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 11:23-30
“Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.” (Kisah Para Rasul 11:25)

Melalui beberapa orang Siprus dan Kirene, Injil diberitakan kepada orang-orang di Antiokia dan banyak orang menjadi percaya, gereja di Antiokia mulai berdiri. Berita itu tersebar sampai Yerusalem dan jemaat mengutus Barnabas ke Antiokia, untuk membimbing mereka. Di tengah suasana penuh sukacita atas penyebaran Injil, Barnabas teringat akan seorang petobat baru yang statusnya pernah diragukan oleh jemaat Yerusalem, yaitu Paulus, yang dia bawa untuk diperkenalkan kepada mereka saat diancam oleh teman-teman lamanya, yang kemudian pergi ke Tarsus (Kis. 9:19b-30). Barnabas pergi ke Tarsus untuk menjemput Paulus dan membawanya ke Antiokia sebagai rekan untuk tinggal bersama-sama membimbing gereja Antiokia yang masih muda dan menjadi berkat bagi mereka. Tidak lama kemudian, mereka berdua menjadi utusan Injil yang pertama dicatat, diutus dari gereja Antiokia (Kis.13:1-3).

Selain Ananias yang dipakai Tuhan untuk memulihkan kebutaan Paulus dan membaptisnya, maka orang kedua yang paling banyak berperan dalam kehidupan rohani Paulus adalah Barnabas; seorang yang berjiwa besar, hangat, dan selalu mampu melihat hal-hal positif di balik kekurangan orang lain. Ketika jemaat di Yerusalem ragu atas status iman Paulus karena reputasi masa lalunya, Barnabas menerima dia sebagai teman (Kis. 9:26-27). Begitu juga ketika Markus gagal dalam perjalanan misinya yang pertama, yang membuat Paulus kecewa dan marah, tetapi Barnabas tetap percaya dan memberikan Markus kesempatan kedua (Kis. 15:37-39). Barnabas, adalah seorang yang penuh kasih dan hikmat. Dia mampu melihat hal-hal baik yang jauh di depan, yang tidak dilihat orang lain. Dia mempunyai hati yang tulus untuk mempercayai orang serta dapat memberikan dorongan semangat yang positif.

Petobat baru, bisa berasal dari latar belakang kehidupan yang negatif. Setelah bertobat, dia juga masih bisa mengalami kegagalan dalam proses pertumbuhan iman atau pelayanan. Namun, Gereja harus memiliki hati dan penilaian positif untuk membimbing jemaat untuk bertumbuh dan berbuah.

STUDI PRIBADI: Coba jelaskan bagaimana sikap dan karakter Barnabas, menurut Anda? Mengapa kita harus melihat sisi positif dari seseorang?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka dapat menjadi rekan yang baik bagi sesamanya dan dapat melihat kelebihan atau hal-hal positif dari rekannya, sehingga menumbuhkan semangat mereka.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami