Rabu, 30 Juni 2010
Andreas dan Kebenaran (3)

Bacaan hari ini: Yohanes 1:40-42 (lanjutan)
“Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.” (Yohanes 1:40)

Setelah mempelajari 2 sikap sebelumnya dari Andreas, masih ada hal lain yang menarik pada dirinya untuk kita pelajari. Andreas adalah orang yang bersembunyi di balik kebenaran (conceal himself behind the truth). Pada ay. 42 dikatakan bahwa setelah Andreas memperkenalkan Simon pada Yesus, maka perhatian Yesus langsung tertuju kepada Simon. Tuhan Yesus menubuatkan bahwa namanya kelak akan berganti menjadi Petrus. Sedangkan bagi Andreas, Tuhan Yesus tidaklah menubuatkan apa-apa. Dan bukan itu saja, fokus dari Injil Yohanes sendiri tidak lagi kepada Andreas melainkan kepada Simon. Nama Simon lebih banyak disebut dan diceritakan daripada Andreas.

Kitab Injil mencatat bahwa dalam perjalanan mereka menjadi rasul, Tuhan Yesus mempunyai 3 murid yang paling dekat dengan Dia, dan salah satunya adalah Petrus. Ternyata, Andreas tidak menjadi murid terdekat Tuhan Yesus. Bagi kita yang membaca kisah ini, rasanya tidak adil jika pada akhirnya, Simonlah yang lebih dekat dengan Yesus, daripada Andreas. Seharusnya, Andreas layak marah karena dialah yang pertama mengenal Yesus, bukan Simon. Tetapi, ia tidak pernah iri hati kepada Simon. Ia tidak marah karena kedudukannya sebagai rasul tidak setenar saudaranya. Ia tidak mempermasalahkan siapa yang lebih dekat dengan Tuhan Yesus. Ia juga tidak menuntut haknya sebagai murid yang pertama mengenal Yesus. Bandingkan dengan Yohanes dan Yakobus yang ribut kedudukan berada di kanan dan di kiri Tuhan Yesus.

Dalam pelayanan, kita bisa jatuh kepada persaingan yang tidak sehat, kita bisa salah fokus untuk mencari kedudukan, popularitas, dsb. Mari kita sekali lagi belajar dari Andreas. Ia tidak memusingkan diri dengan hal-hal tersebut. Ia orang dengan jiwa merdeka. Baginya, yang penting pekerjaan Tuhan bisa berkembang, siapapun yang akan Tuhan pakai. Ia menyembunyikan diri di balik kebenaran. Andreas telah persis melakukan apa yang dikatakan gurunya, Yohanes Pembaptis: “Ia harus makin besar, sedangkan aku harus makin kecil.”

STUDI PRIBADI: Apa arti “bersembunyi di balik kebenaran”? Apa yang sering kita pikirkan, kebenaran atau keuntungan diri sendiri?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap orang Kristen agar mereka tidak mengikuti Tuhan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri, melainkan menghidupi kebenaran itu dan rindu menyatakannya bagi orang di sekelilingnya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami