Selasa, 22 Juni 2010
Sesama Anggota Tubuh Kristus (3)

Bacaan hari ini: 1 Korintus 12:12-26 (lanjutan)
“Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” (1 Korintus 12:26)

Setelah menjelaskan mengenai pentingnya kesatuan di dalam jemaat (ay. 12-13), di mana jemaat bisa menjalankan fungsi dan perannya di dalam keberbedaan mereka (ay. 14-20), kemudian Rasul Paulus menjelaskan satu konsep lain, yaitu rasa saling membutuhkan antara satu dengan lainnya. Dalam ayat 21-23 dituliskan “Jadi mata tidak dapat berkata pada tangan: Aku tidak membutuhkan engkau. Juga, kepala tidak dapat berkata kepada kaki: Aku tidak membutuhkan engkau. Malahan, justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.”

Jelas sekali paparan rasul Paulus mengenai rasa saling membutuhkan antara yang satu dengan lainnya. Paulus menggunakan ilustrasi mengenai anggota tubuh, seperti halnya tangan dan mata; setiap anggota tidak dapat mementingkan dirinya sendiri, melainkan ada rasa “saling membutuhkan” anatara yang satu dengan lainnya.

Mengapa bisa demikian? Dalam ayat 24, Paulus menyatakan, karena Allah yang menyusun sedemikian rupa (ay. 19). Allah menempatkan dan menghendaki, supaya sebagai sesama anggota dalam satu tubuh Kristus, mereka bisa saling memperhatikan dan mendukung satu dengan yang lain, demi kemajuan gereja dan pelayanan-Nya.

Bagaimana dengan kita sebagai anggota tubuh Kristus? Adakah kita memiliki rasa “saling membutuhkan” satu dengan yang lainnya? Seringkali, rasa “saling membutuhkan” dan “saling kebergantungan” hanya dirasakan oleh anggota jemaat yang kurang mampu dan lemah secara rohani. Bagi mereka yang mampu dan aktif dalam pelayanan, perasaan “membutuhkan” dan “kebergantungan” ini, tidak nampak. Seharusnya, di dalam kehidupan berjemaat yang benar, perasaan “saling membutuhkan” dan “saling kebergantungan” terlihat nyata. Jika ini bisa diwujudkan, maka kesaksian gereja sebagai tubuh Kristus akan nyata terlihat di tengah dunia ini.

STUDI PRIBADI: Mengapa kita harus saling bergantung dan mengasihi satu dengan lain? Apa penyebab terjadinya ketidaksatuan anggota tubuh Kristus?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi jemaat agar mereka memiliki relasi yang baik antara yang satu dengan lainnya, sehingga mereka menyatakan kemuliaan Kristus di tengah dunia yang gelap, dan menjadi berkat bagi sekelilingnya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami