Jumat, 11 Juni 2010
Tuhan Memilih Markus dan Lukas

Bacaan hari ini: Markus 1:23-25, Lukas 4:33-35
“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10)

Markus memiliki nama asli, Yohanes. Markus adalah nama Romawi, yang berarti “palu”, sedangkan Yohanes ialah nama Ibrani, artinya “anugerah Allah” (Kis.12:12). Yohanes adalah saudara sepupu dari Barnabas (Kol. 4:10). Petrus memimpinnya menjadi orang percaya (1Ptr. 5:13). Tradisi mengatakan bahwa Markus adalah penolong Petrus yang handal, yang sangat paham adat istiadat orang Romawi, dan kemungkinan besar, menjadi penerjemah Petrus (Kis. 10:34-38). Injil Markus merupakan khotbah Petrus yang dicatat Markus. Oleh sebab itu, ketika kita menyelidiki Injil Markus, tidak sulit menemukan kisah-kisah yang sangat praktis, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, datang seorang pemuda yang lari telanjang—kemungkinan besar, orang itu adalah Markus, penulis Injil Markus yang dengan sengaja menyembunyikan namanya (Mrk. 14:51-52). Lukas sendiri belum pernah mengikut Yesus semasa Dia hidup. Lukas adalah seorang dokter (Kol. 4:14), dan merupakan rekan kerja Paulus yang setia (Flm. 1:24; 2Tim. 4:11). Lukas menulis 2 buah kitab, yakni Injil Lukas dan Kisah Para Rasul (Luk. 1:1; Kis. 1:1). Puji Tuhan! Dari apa yang Tuhan kerjakan kepada para penulis Injil, kita tahu bahwa Tuhan dapat memakai Matius, seorang pemungut cukai; Dia juga memakai Markus, seorang yang tidak menonjol; Dia juga dapat memakai Yohanes, seorang nelayan; Tuhan juga dapat memakai Lukas, seorang dokter yang berpengetahuan. Tuhan dapat memakai orang Yahudi, Tuhan dapat memakai orang Romawi, juga dapat memakai orang kafir (Yunani).

Bagaimana dengan diri kita? Asal kita rendah hati di hadapan-Nya, dan menyerahkan diri seutuhnya di tangan Tuhan, pasti Dia akan memakai kita menjadi berkat bagi orang banyak. Tuhan tidak membanding-bandingkan manusia, tetapi Ia akan memilih mereka berdasarkan kehendak-Nya. Jadi, jika Tuhan memilih kita untuk melayani dan bekerja bagi-Nya, semata-mata karena anugerah-Nya! Marilah kita syukuri kebaikan Tuhan dengan hidup rendah hati di hadapan-Nya.

STUDI PRIBADI: Apakah Allah memilih orang untuk melayani-Nya berdasar suku, bahasa atau kedudukan? Bagaimana kriteria Allah dalam memilih orang-orang yang dipakai-Nya?
DOAKAN BERSAMA: Bersyukur pada Tuhan, jika kita dipakai untuk melayani-Nya. Berdoalah agar kita dapat menghargai anugerah-Nya tersebut dengan hidup rendah hati dan bertanggung jawab dalam pelayanan yang kita kerjakan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami