Senin, 07 Juni 2010
Gereja yang Benar (1)

Bacaan hari ini: Efesus 1:15-23
“Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Efesus 1:22)

Berbicara tentang gereja, maka kita tidak dapat melepas pernyataan Alkitab sendiri tentang “gereja.” Namun persoalannya adalah, dalam zaman postmodern ini, hakekat, serta tugas dan panggilan gereja dilakukan bukan berdasarkan apa yang diberitakan oleh Alkitab, tetapi oleh apa yang sesuai dengan pemikiran dan tuntutan orang Kristen yang hidup di dalam zaman postmodern.

Ciri-ciri gereja zaman postmodern: (a) Kepala gereja: pemimpin ialah jemaat—bukan Yesus Kristus; (b) Ibadah gereja berpusat kepada perayaan—bukan pada penyembahan kepada Kristus; (c) Inti berita di dalam gereja: berkat/kesuksesan—bukan pada keselamatan yang ada dalam diri Kristus; (d) Pelaksanaan sakramen hanya dipakai sebagai “jimat rohani” untuk kesembuhan/kepentingan pribadi—bukan untuk mengingat karya kematian Kristus yang menyelamatkan; (e) Motivasi kesaksian di dalam gereja hanya untuk kemuliaan diri sendiri—bukan untuk kemuliaan Tuhan Yesus Kristus; (f) Kegiatan Misi di dalam gereja dilaksanakan untuk memenuhi program gereja—bukan memenuhi amanat agung Yesus Kristus. Umumnya, orang Kristen bangga/betah ada di dalam gereja seperti ini, bahkan, merasa lebih diberkati dengan keberadaannya.

Bagaimanakah ciri gereja yang benar? Ciri gereja yang benar adalah yang menjadikan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja. Dalam Efesus 1:22 jelas sekali rasul Paulus berkata, “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” Dalam bagian ayat ini Paulus menekankan keutamaan Kristus sebagai Kepala Gereja. Mengapa demikian? Karena, Allah menghendaki Yesus Kristus menjadi Kepala Gereja, di mana umat-Nya adalah orang-orang yang telah dipilih-Nya dari semula dan yang telah diselamatkan melalui penebusan di dalam diri Yesus Kristus (Efesus 1:5-9). Karena itu, gereja yang benar harus menjadikan dan memuliakan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja; seluruh fokus hidup dan pelayanan umat-Nya harus tertuju kepada Kristus semata-mata.

STUDI PRIBADI: Untuk siapakah gereja/jemaat itu ada? Lalu, bagaimana fokus dan arah perjalanan gereja?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi gereja di Indonesia agar mereka bisa menjalankan fungsinya sebagai tubuh Kristus dengan benar, sehingga nama Tuhan dipermuliakan dan menjadi kesaksian bagi mereka yang belum mengenal-Nya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami