Bacaan hari ini: Matius 5:21-26
“Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir!
harus dihadapkan ke Mahkamah Agama...” (Matius 5:22)
Manifestasi dosa dalam kehidupan manusia terlihat jelas dalam kasus Kain membunuh Habel, adiknya sendiri; diawali oleh rasa iri hati yang berkembang menjadi amarah, sakit hati sampai menjadi kebencian, yang akhirnya memunculkan tindakan dosa yang lebih besar. Yang lebih menggentarkan hati adalah, bahwa kejahatan tersebut terjadi dalam latar belakang ibadah—mempersembahkan korban. Sejak kejatuhan, hati manusia memang bisa menjadi lahan subur untuk menumbuh dan mengembangkan amarah, sakit-hati, kebencian, dan berbagai kepahitan lainnya. Dan ketika unsur-unsur tersebut telah berkembang, akhirnya akan memunculkan tindakan kekerasan terhadap orang lain. Sejarah dipenuhi dengan catatan di mana manusia saling membenci dan membunuh.
Hukum Taurat ke-6 melarang tindakan pembunuhan atas sesama, yang adalah penegasan dari apa yang Allah telah sampaikan sebelumnya (Kej. 9:6), bahwa tindakan membunuh akan mendatangkan hukuman yang setimpal. Di dalam perjalanan waktu sampai zaman Tuhan Yesus, bangsa Israel telah mengembangkan semangat keagamaan secara legalis. Bagi mereka, yang penting tidak boleh membunuh. Membunuh sesama adalah tindakan dosa, dan mereka tidak melakukannya. Tetapi, acapkali mereka menyimpan rasa benci dalam hati, dan itu tidak disadari sebagai kejahatan.
Tuhan Yesus dengan tegas menyatakan bahwa membiarkan hati diisi amarah dan kebencian, adalah sama salahnya. Orang Kristen ialah orang yang bahagia karena telah mendapat pengampunan Allah, yang sedang hidup dalam relasi yang benar dan baik dengan-Nya, yang juga ingin hidup dalam relasi yang benar dengan sesama sebagai pembawa damai; karena itu amarah, kebencian dan kepahitan tidak boleh dibiarkan berakar dalam hati, apalagi menjadi pemicu timbulnya rasa yang sama pada orang lain. Amarah dan kebencian, selain merusak kebahagiaan dan relasi dengan sesama, juga menghalangi ibadah dan relasi dengan Tuhan. Hati nurani juga menuduh dan menghakimi, bahwa kita tidak sedang hidup sebagai-mana harusnya seorang anak Allah hidup, sampai kita membersihkannya.
STUDI PRIBADI: Apakah bobot dosa antara membunuh dan membenci adalah sama? Apa dampak yang timbul dari kebencian seseorang?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap orang Kristen agar mereka tidak hidup dalam kebencian, sehingga menghambat pertumbuhan rohani dan merusak relasinya dengan sesama, sekaligus menjadikan kita manusia berdosa di hadapanTuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index