Bacaan hari ini: Yesaya 29:13, 2 Timotius 3:5
“... dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.” (Yesaya 29:13)
Dalam Yesaya 29:13, Allah menegur bangsa Israel karena telah melakukan ibadah yang salah; yaitu hanya secara lahiriah, namun hatinya jauh dari Tuhan. Peringatan tersebut merupakan peringatan yang sangat keras, sebab bila bangsa Israel tidak lagi melakukan ibadah yang benar, maka tak akan ada lagi berkat, pemeliharaan serta penyertaan Allah dalam hidup mereka, apalagi mereka saat itu sedang hidup di tanah perbudakan (pembuangan). Peringatan tersebut juga disampaikan oleh Rasul Paulus kepada Timotius untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda akhir zaman, yang salah satunya “mereka secara lahiriah terlihat beribadah tapi pada kenyataannya telah mengingkari kekuatannya.” Dengan demikian, peringatan ini merupakan sebuah peringatan yang tidak boleh diabaikan oleh setiap anak Tuhan. Sebab siapa pun yang mengaku beribadah kepada Tuhan akan sangat mudah terjebak dalam kondisi tersebut, sehingga pada akhirnya mengakibatkan hukuman Allah atas hidup umat-Nya.
Di sisi lain, peringatan tersebut menunjukkan dua prinsip beribadah yang benar. Pertama, Allah lebih memperhatikan (menilai) apa yang ada dalam hati umat-Nya yang beribadah, dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan secara lahiriah. Kedua, Allah sangat menghargai setiap umat Tuhan yang sungguh-sungguh mau mencari wajah-Nya (beribadah) dengan tulus.
Sebab itu, sebelum/selama kita beribadah, ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab dengan jujur untuk menjaga keseriusan kita beribadah kepada Allah. Pertanyaan tersebut adalah: (1) Apakah yang menjadi motivasi (dorongan) kita untuk beribadah? Bertemu Allah, atau sekadar mengisi waktu libur kita? (2) Apakah yang kita persembahkan kepada Allah saat kita beribadah? Uang yang banyak atau hati yang mau taat kepada perintah-Nya? (3) Apa yang kita harapkan terjadi pada saat kita beribadah? Keinginan meninggalkan dosa-dosa dan memperbaharui hidup atau biasa-biasa saja dan merasa nyaman (puas) dengan kehidupan dosa yang kita lakukan? Perbaruilah cara ibadah kita!
STUDI PRIBADI: Apakah yang Tuhan kehendaki saat umat-Nya beribadah kepada-Nya? Apakah Anda sudah beribadah dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi jemaat agar mereka memiliki hati yang tulus dan rindu berjumpa Tuhan dalam ibadah, sehingga ibadah yang mereka jalankan menyenangkan hati Tuhan dan diperkenankan oleh-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index