Jumat, 04 Juni 2010
Di Manakah Kepercayaanmu?

Bacaan hari ini: Lukas 8:22-25
“Lalu kata-Nya kepada mereka: Di manakah kepercayaanmu?” (Lukas 8:25a)

Mengapa Tuhan marah dan menegor para murid dengan keras melalui ucapan-Nya, “Di manakah kepercayaanmu?” Sebenarnya, apakah kesalahan yang mereka lakukan? Bukankah mereka telah berjuang untuk menyelamatkan kapal dengan sekuat tenaga? Bukankah justru, di saat-saat genting seperti itu, Tuhan tertidur dan tidak menolong mereka? Mengapa kok Tuhan yang marah; bukankah akan lebih wajar jika para murid yang marah karena Tuhan diam saja?

Untuk dapat mengerti dengan jelas kemarahan Tuhan Yesus, kita perlu menyimak dengan seksama ucapan para murid kepada Tuhan. Matius mencatat para murid berkata, “Tuhan, tolonglah, kita binasa” (Mat. 8:25). Markus menuliskan, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Mrk. 4:38). Sedangkan Lukas mencatat, “Guru, Guru, kita binasa” (Luk. 8:24). Sekilas, kita merasa bahwa tidak ada yang salah dalam ucapan ini, karena memang itulah yang sedang terjadi. Namun, sebenarnya ada beberapa masalah dalam ucapan ini.

Pertama, mengandalkan diri sendiri. Ucapan “kita binasa” ini menyatakan bahwa para murid telah berjuang keras untuk menyelamatkan kapal beserta isinya dengan sekuat tenaga, menurut pengalaman dan keahlian mereka sebagai nelayan, tetapi tidak menyertakan Tuhan. Kedua, para murid menyatakan mereka akan binasa karena mereka meragukan Tuhan. Bukankah seharusnya mereka menyadari bahwa guru mereka ialah Tuhan yang sanggup menolong mereka?! Namun pada kenyataannya, para murid meragukan hal tersebut. Mereka merasa bahwa masalah badai dan ombak merupakan urusan yang harus diselesaikan dengan keahlian nelayan, dan bukan oleh anak tukang kayu ataupun rabbi. Ketiga, para murid yang tidak melibatkan Tuhan ketika ada masalah muncul, kemudian datang kepada Tuhan dengan marah, karena Tuhan diam saja. Bukankah, bila kita simak dari poin pertama, memang para muridlah yang tidak mengajak Tuhan bekerja sama? Mereka menyalahkan Tuhan untuk kesalahan yang mereka lakukan sendiri. Bagaimana dengan Anda?

STUDI PRIBADI: Apa yang menyebabkan diri kita tidak mengandalkan dan mempercayai Tuhan? Seberapa besarkah kebergantungan Anda kepada Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Marilah kita berdoa dan memohon Tuhan terlibat di dalam setiap urusan kita, bahkan urusan yang sepele atau yang kita rasa kita bisa atasi itu sendiri. Apa yang terjadi dalam hidup, tidak seorangpun dapat memperkirakannya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami