Ayat Bacaan: 1 Korintus 15:10-11 (lanjutan)
“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua...” (1 Korintus 15:10-11)
Dahulu Paulus bangga akan keberadaan diri dan statusnya secara lahiriah, namun setelah perjumpaannya dengan Kristus, semuanya dianggapnya rugi dan sampah karena pengenalannya akan Kristus. Itulah sebabnya, ia melepaskan semuanya itu dan mengakui Kristus lebih mulia (Flp. 3:4-11); bahkan ia rela dirinya dianggap menjadi sama dengan sampah demi Kasih karunia Allah, yaitu Kristus yang telah mati baginya dan yang sekarang hidup dalamnya (1Kor. 4:13).
Kasih karunia yang ia terima, telah mengubah hidupnya menjadi hidup yang benar-benar hidup karena dihidupi oleh Hidup itu sendiri, yaitu Yesus Kristus yang telah bangkit (Yoh. 11:25; 14:6; 20:1-18; 1Kor. 15:1-11). Hidup yang demikianlah yang menjadikan hidup Paulus menjadi berarti, baik bagi Tuhan, sesama maupun dirinya sendiri. Itulah sebabnya ia tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah itu dalam hidupnya sehingga ia dapat berkata, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikialah kamu menjadi percaya” (1Kor. 15:10-11).
Paulus dengan keberadaan diri yang diperbarui, sesuai dengan kasih karunia Allah yang ada dalam dirinya, mengerjakan kasih karunia Allah itu dengan segenap hati; hidupnya adalah untuk melayani Tuhan, yang telah memperbaharui hidupnya. Ia memberitakan Injil, yang dulu ia ingin binasakan, tapi yang kini telah menghidupkannya. Untuk Injil yang menghidupkan itulah, sekarang ia rela pergi kemana-mana, bahkan berani dan rela dianiya dan menderita baginya. Injil, berita kehidupan yang telah menyelamatkan hidupnya, dan yang ia yakini juga dapat menyelamatkan setiap orang yang mendengar dan menerimanya. Itu semua Paulus lakukan demi kemuliaan Allah, yang telah terlebih dulu mengubah hidupnya menjadi hidup yang sungguh-sungguh hidup dan berarti adanya. Bagimana dengan Anda?
STUDI PRIBADI: Apa yang Paulus lakukan setelah menyadari kasih karunia Allah? Apa yang Anda sudah kerjakan dalam hidup ini untuk Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka menyadari kasih karunia Allah dalam hidup mereka, sehingga mereka menggunakan hidup mereka dengan benar di hadapan Allah dan memuliakan Allah.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index