Kamis, 25 Maret 2010
Iri Hati, Apa Dampaknya?

Ayat Bacaan: Amsal 14:30, Yakobus 3:16
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.” (Amsal 14:30)

Seringkali banyaknya persoalan yang terjadi di dalam kehidupan kita, disebabkan karena kita kurang dapat menjaga hati. Bahkan, iri hati sering dibungkus dengan istilah “bersaing secara positif.” Padahal, hal ini dapat menghancurkan sebuah relasi yang baik. Kita perlu menyadari bahwa hubungan yang terbina baik dengan sesama dan Tuhan, akan menghasilkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain di lingkungan kita. Dengan demikian sangatlah penting untuk menyadari bahaya atau dampak negatif dari iri hati.

Penulis Amsal mengingatkan kita bahwa iri hati akan membusukkan tulang, tetapi hati yang tenang menyegarkan tubuh. Iri hati adalah sebuah keinginan untuk merebut dan mengambil bagian atau hak orang lain untuk diri sendiri; seperti Lucifer yang berkeinginan untuk mengambil kemuliaan Allah bagi dirinya sendiri. Jadi, seorang yang iri hati akan selalu memakai berbagai cara untuk bisa menjatuhkan orang lain dan mengambil bagian orang tersebut bagi dirinya sendiri.

Ada tiga pengertian tentang “membusukkan tulang” sebagai dampak iri hati. Pertama, dampak pribadi. Artinya, bahwa rasa iri hati akan membawa kegelisahan dalam hati kita, kekuatiran yang tidak perlu dikuatirkan dan membuat kesehatan menurun (memperpendek kekuatan fisik kita). Kedua, dampak sosial. Artinya, bahwa mereka yang suka iri hati akan dikucilkan (dijauhi) oleh teman-teman dalam pergaulan; sehingga kehidupan sosial mereka menjadi sempit dan terbatas. Kehidupan sosial semacam ini akan mengakibatkan rasa minder dan tertekan. Ketiga, dampak rohani. Artinya, bahwa iri hati akan merusak persekutuan kita dengan Allah, karena mereka tidak pernah puas dengan keberadaannya, memiliki hidup yang tanpa iman dan pengharapan pada Allah, yang telah setia memeliharanya. Kecurigaan terhadap Allah akan membuat kita hidup bersungut-sungut; dari iri hati ini (mementingkan diri sendiri) akan memunculkan kekacauan dan perbuatan jahat lainnya. Demikian hebat kerusakan yang diakibatkan iri hati, maka dari itu, berhati-hatilah.

STUDI PRIBADI: Apa yang terjadi pada orang yang menyembunyikan iri hati? Bagaimana mengatasi perasaan iri hati yang timbul dalam hidup kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka hidup dengan hati yang bersih dan tidak menyimpan iri hati, yang dapat merusak relasi mereka dengan sesama dan saudara seiman serta berdosa kepada Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami