Ayat Bacaan: Yohanes 1:9, 8:12, 9:5
“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.” (Yohanes 1:9)
Pada umumnya, manusia tidak suka hidup dalam kegelapan. Di saat kegelapan datang, biasanya mereka berusaha mencari terang untuk menerangi kegelapan di sekitarnya, sehingga kegelapan itu lenyap dan digantikan dengan terang yang menerangi tiap sudut tempat tersebut.
Rasul Yohanes menunjukkan salah satu penyataan Tuhan Yesus yang sangat penting selama di dunia ini, yaitu, “Akulah terang dunia” (Yoh. 9:5). Penyataan ini merupakan karya Allah yang menjawab kebutuhan paling utama di dalam hidup manusia. Manusia membutuhkan terang yang sejati dalam dua kondisi, yaitu:
Pertama, hati yang berdosa. Ini dinyatakan dalam peristiwa perempu-an yang berzinah, namun tidak dihukum oleh Tuhan Yesus (Yoh. 8:1-11). Setelah itu, Tuhan Yesus mengajar orang banyak bahwa, “Akulah terang dunia.” Hati yang penuh dengan dosa dan pelanggaran merupakan sebuah kondisi yang sangat gelap dan membutuhkan terang. Di saat inilah, Kristus hadir untuk menerangi hati yang penuh dengan dosa, membersihkan dan menerangi hati kita yang berada dalam kegelapan.
Kedua, hidup yang berdosa. Yohanes 9:1-4 mencatatkan, ada seorang yang buta sejak lahir dan banyak ahli Taurat mulai bertanya kepada Kristus, mengenainya, “siapakah yang berbuat dosa, orang itu atau orangtuanya?” Namun, Tuhan Yesus dengan tegas memberikan jawaban bahwa itu terjadi “supaya pekerjaan Allah dinyatakan.” Kita melihat bahwa pekerjaan Allah akan nyata, apabila mereka hidup di dalam terang (dalam Kristus). Hidup di luar Kristus, berarti hidup di dalam kegelapan, yang tidak memungkinkan seseorang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, sesuai kehendak-Nya. Bagaimana dengan kita?
Hari ini, mari kita mengevaluasi kembali kehidupan yang Tuhan telah berikan kepada kita. Apakah kita sudah memberikan tempat utama dalam hati kita bagi Kristus dan menjalani hidup ini di dalam terang Tuhan? Tuhan berfirman, “Akulah terang dunia”, hal ini merupakan sebuah jawaban bagi kehidupan manusia yang berada dalam kegelapan.
STUDI PRIBADI: Apa yang dimaksud Yohanes tentang terang hidup? Apa kebutuhan yang paling esensial dari seorang yang berdosa?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa dan bersyukur atas anugerah Allah yang telah menyelamatkan kita dan membawa kita pada terang-Nya yang ajaib, sehingga kita dimampukan untuk hidup dalam terang firman-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index