Ayat Bacaan: 2 Korintus 5:17 (lanjutan)
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)
Selain, bicara tentang “the author of changing,” Paulus juga berbicara tentang “the value of changing” kepada jemaat di Korintus. Dalam ayat ini, ia bicara tentang hakekat perubahan dirinya dalam Kristus. Perubahan yang terjadi dalam Kristus ini adalah perubahan supra-alami. Umumnya, kita mengenal perubahan yang bersifat alami, misalnya: barang yang “baru,” pada akhirnya menjadi “lama”, yang bagus jadi jelek, dan yang muda jadi tua. Perubahan selalu terjadi dengan arah yang demikian, dan tidak pernah sebaliknya.
Tetapi, ketika Paulus berbicara tentang perubahan dirinya; ia justru mengatakan dari lama menjadi baru. Mengapa Paulus memulai dirinya dengan sebutan “manusia lama?” Ini adalah pengertian yang mendalam tentang kondisi manusia di hadapan Allah. Alkitab mencatat, manusia menjadi makhluk yang mulia dan “baru” hanya di dalam Kejadian 1-2 saja, yaitu sebelum manusia jatuh dalam dosa. Setelah manusia berdosa, Allah tidak lagi pernah memandang manusia sebagai makhluk yang mulia dan “baru”, bahkan, bayi dalam kandungan pun adalah manusia “lama” (berdosa). Itulah sebabnya, Paulus memulai hidupnya dengan sebutan sebagai manusia lama.
Ketika Paulus menyebut dirinya sebagai manusia yang baru, ini bukan berarti ia benar-benar baru, melainkan manusia lama yang diperbaharui. Bahasa Yunani mengenal 2 kata untuk “baru” yaitu “Neos” dan “Kainos.” Neos artinya sesuatu yang baru, dari tidak ada menjadi ada. Sedangkan Kainos artinya sesuatu yang sudah ada tetapi dijadikan baru. Inilah yang Paulus pakai untuk perubahan dirinya. Apa yang baru dalam diri Paulus? Paling tidak, ada ciri penting manusia baru dalam Kristus. Paulus diperbaharui nilai-nilai hidupnya, cara berpikirnya dan tujuan hidupnya. Apa yang dulu ia banggakan sebagai ahli Taurat, sekarang dianggap sampah. Jikalau dulu ia membenci Kristus, sekarang menjadi pemberita Injil Kristus. Maka, apabila kita mengaku sudah hidup “dalam Kristus,” kita harus memiliki nilai hidup yang baru, cara berpikir dan tujuan hidup yang baru pula.
STUDI PRIBADI: Bagaimana kondisi manusia di hadapan Allah, setelah jatuh dalam dosa? Bagaimana kondisi manusia baru dalam Kristus?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi diri kita masing-masing dan jemaat Tuhan agar kita mengerti arti keimanan dalam Kristus, sehingga kita mempunyai nilai, cara dan tujuan yang benar dalam hidup kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index