Senin, 08 Maret 2010
Ketika Iman Lemah

Ayat Bacaan: Mazmur 3:1-5
“Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku.” (Mazmur 3:2)

Mazmur ini dilatarbelakangi oleh peristiwa Daud yang melarikan diri dari Absalom, anaknya (2Sam. 15-18). Mengapa Daud melarikan diri? Apakah takut kalah? Jawabnya, tidak! Sebaliknya, jika ia mau melawan Absalom dan tentaranya, tentu kemenangan ada di pihak Daud; sebab tentara Daud jauh lebih banyak, kuat dan berpengalaman dibanding dengan kekuatan Absalom. Jika Daud melarikan diri, itu karena mengalah.

Pada ayat ke-2, Daud menuliskan “banyak lawanku.” Siapakah yang dimaksud lawan oleh Daud? Tentu bukan hanya Absalom, tapi juga orang-orang yang mencemooh dan menghina imannya, yang berkata: “baginya tidak ada pertolongan daripada Allah” (ay. 3). Mereka adalah orang-orang di sekitar Daud, bisa jadi orang kafir, atau orang yang menyebut diri beriman, tapi perkataan mereka sempat mengecilkan iman Daud. Bagaimana Daud menghadapi pergumulan imannya? Apakah Daud menjadi marah, kecewa dan berniat membalas dendam kepada mereka? Tidak, melainkan:

Pertama, mengingat pertolongan Tuhan. Dalam ayat 4 dikatakan, “Engkaulah kemuliaanku dan mengangkat kepalaku.” Daud sadar bahwa dirinya bukanlah apa-apa, jika bukan karena Tuhan yang mengangkat dia, dari seorang gembala kecil menjadi raja. Tuhanlah yang menjadikan Daud berharga dan ia mengingat kembali pertolongan Tuhan dalam hidupnya. Ketika iman kita lemah, ingatlah Tuhan, yang adalah kemuliaan kita, bukan memikiri pandangan orang ataupun jabatan kita.

Kedua, berdoa pada Tuhan. Dalam ay. 5 dikatakan, “Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan dan Ia menjawab aku.” Daud berdoa, memohon kekuatan dan pertolongan Tuhan agar ia dapat menyelesaikan masalah dengan Absalom, anaknya sesuai kehendak Tuhan. Dengan berdoa, Daud mengalami kekuatan Tuhan dan menemukan cara menghadapi Absalom. Akhirnya, Daud memutuskan untuk mempertahankan diri sekaligus mempertahankan nyawa anaknya (2Sam. 18:1-5). Ketika iman lemah, berdoalah dengan sungguh kepada Tuhan yang akan memberi kekuatan dan jalan keluar sesuai kehendak-Nya.

STUDI PRIBADI: Apa yang Daud lakukan ketika ia menghadapi Absalom dan orang-orang yang mencemoohnya? Pelajaran apa yang dapat kita ambil?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan memohonkan hikmat-Nya supaya kita mampu menghadapi setiap persoalan kita dengan baik dan benar, sesuai kehendak-Nya, sehingga kita dapat memuliakan nama Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami