Ayat Bacaan: Matius 5:6
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6)
Dosa telah membutakan manusia dari sasaran hidup yang benar, dan mengarahkan hidup kepada pemuasan nafsu, baik yang kelihatan seperti materi, atau yang tidak kelihatan seperti pujian dan kebanggaan diri. Di sisi lain, manusia tidak tahu batasan dari istilah “cukup;” atau tidak mengenal istilah “puas.” Di dorong oleh keinginan yang cemar dosa, orang berusaha meraih dan meraih, tapi setelah mendapatkan, tetap tidak merasa puas, tidak merasa bahagia. Di dalam kalimat singkat ini, Tuhan mengajarkan kepada kita 3 hal penting, yakni:
1. Kebahagiaan tidak bisa diperoleh melalui usaha yang ditujukan kepadanya. Kebahagiaan adalah hasil dari suatu tindakan yang lain, dan bukan obyek yang bisa dikejar. Kebahagiaan adalah hasil dari suatu relasi yang berhubungan dengan kebenaran.
2. Kebahagiaan tidak berhubungan dengan berapa banyak yang dimiliki seseorang, apapun bentuknya; kekayaan, pendidikan, jabatan dan lainnya. Kebahagiaan berkaitan dengan kepuasan hidup yang tidak bisa diukur oleh semua itu. Kebahagiaan bukan sesuatu yang berada di luar, tapi sesuatu yang terjadi di dalam.
3. Kebahagiaan ialah hasil dari hidup yang dijalani dalam kebenaran. Kata kebenaran yang dipakai ialah “righteousness,” bukan “truth.” “Truth” adalah kebenaran obyektif yang tertulis, sedang “righteousness” ialah kebenaran obyektif (truth) yang diaplikasikan dalam relasi kehidupan sesehari.
Munculnya karakter Kristen yang sejati, diawali dengan pengalaman seseorang yang melihat dirinya sebagai orang yang miskin di hadapan Allah, disertai kesadaran akan ketidakberdayaan kedagingan serta pola dosa di dalam dirinya, yang menyebabkan dia berduka atas kondisi diri seperti itu. Perasaan sensitifnya terhadap kritikan dan serangan eksternal, menjadi hilang. Hatinya menjadi lembut. Dan bersamaan dengan itu, muncul rasa kehausan yang besar untuk hidup benar baik dengan Allah, maupun sesama, dan dia melakukan usaha besar untuk mencapai tujuan itu. Orang seperti inilah yang akan mengalami kepuasan hidup sejati.
STUDI PRIBADI: Apa yang menyebabkan manusia tidak pernah puas di dalam hidupnya? Bagaimana caranya agar karakter Kristen sejati dapat terbentuk dalam hidup kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan memohonlah kepuasan dari-Nya, sehingga batin kita dipenuhi dengan sukacita dari Tuhan sendiri, yang membuat kita tetap dapat bersukacita dalam segala hal.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index