Ayat Bacaan: Matius 5:3 (lanjutan)
“Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.” (Matius 5:3)
Selain berarti “tidak akan dikuasai oleh nafsu kekayaan duniawi dan kesombongan”, orang yang miskin di hadapan Allah adalah mereka yang hidupnya memiliki pengharapan dan kekuatan dalam Tuhan. Ketika menghadapi pergumulan dan tantangan hidup, seorang yang miskin di hadapan Allah menyadari bahwa dia memiliki kekuatan dan pengharapan untuk menghadapinya di dalam Tuhan dan bukan dirinya sendiri. Terkadang, pergumulan yang kita hadapi adalah kesulitan ekonomi atau sakit penyakit; terkadang pula, kita menghadapi pergumulan dengan dosa. Ketika menghadapi pergumulan tersebut, terkadang kita merasa gagal dan tidak mampu mengatasinya. Ingat, bahwa kita memiliki kekuatan dan pengharapan di dalam Tuhan.
Pertanyaannya, bagaimana kita hidup miskin di hadapan Allah?
1. Tekun berdoa. Dengan berdoa kita menyampaikan permohonan kepada Tuhan; dengan berdoa kita menggantungkan hidup kepada-Nya. Berdoa adalah wujud kebergantungan hidup kita kepada Tuhan karena menyadari bahwa kita tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan.
2. Tekun dalam firman Tuhan. Bagaimana hidup kita setiap hari dengan firman Tuhan? Mari kita setia membaca dan melakukan firman Tuhan. Sehingga hidup kita dijaga selalu di jalan Tuhan, bahkan kita selalu di-ingatkan ketika dikuasai nafsu kekayaan dan kesombongan.
3. Mengucap syukurlah senantiasa. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan memberikan berkat-Nya dalam hidup, mari kita mengingat untuk mengucap syukur, sehingga kita selalu diingatkan bahwa itu semua bukan karena kekuatan kita. Mengucap syukur juga bisa diwujudkan dalam tingkah laku kita setiap hari, yaitu dengan memuliakan Tuhan dan menaati firman-Nya.
Ketika seseorang hidup bergantung kepada Tuhan karena menyadari dirinya yang miskin, dan tidak ada apa-apanya di hadapan Allah, maka berbahagialah dia, karena tidak ada suatu apapun di dalam dunia ini yang memperbudaknya atau sebaliknya, karena Tuhan yang menjadi sandaran-Nya, adalah Tuhan yang berkuasa menolongnya.
STUDI PRIBADI: Apa yang dilakukan seseorang yang miskin di hadapan Allah dalam hubungan dirinya dengan Allah? Apa wujud kemiskinan kita di hadapan-Nya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan mohon kekuatan-Nya agar kita dimampukan-Nya mengenal kekayaan kasih karunia-Nya, sehingga kita hidup rendah hati di hadapan-Nya, karena hal ini menyenangkan hati Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index