Rabu, 03 Maret 2010
Berbahagialah yang Miskin (1)

Ayat Bacaan: Matius 5:3
“Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.” (Matius 5:3)

Menjadi kaya adalah keinginan setiap manusia. Banyak alasan yang melatarbelakangi hal ini. Salah satunya, menjadi kaya berarti menjamin kebahagiaan hidup seseorang, bahkan ada pendapat mengatakan bahwa kaya adalah bukti bahwa Tuhan memberkati hidup seseorang. Tetapi, apakah benar demikian? Nyatanya tidak! Menjadi kaya tidak menjamin kebahagiaan hidup seseorang, karena banyak orang kaya yang hidup dalam ketakutan dan merasa kurang! Menjadi kaya tidak juga berarti Tuhan memberkati hidupnya, karena jangan-jangan kekayaan itu didapatnya dengan berbuat curang. Lagipula, berkat Tuhan tidak semata-mata berupa kekayaan.

Bacaan hari ini mengingatkan kita tentang kebahagiaan orang yang miskin di hadapan Allah. Apa maksudnya? Ini bukan berarti, orang percaya diminta untuk hidup miskin, tapi adalah bagaimana seseorang menyadari hidupnya di hadapan Allah sebagai seseorang yang miskin dan tidak ada apa-apanya; kemudian menaruh pengharapan dan kekuatan hidupnya hanya pada Tuhan. (1) Dia tidak akan dikuasai oleh nafsu kekayaan duniawi. Orang yang miskin di hadapan Allah, walaupun memiliki kekayaan materi, tidak akan membiarkan dirinya dikuasai kekayaannya. Dia akan menyadari bahwa kekayaannya adalah anugerah dari Tuhan dan tidak boleh menjadi “tuhan” dalam hidupnya. Orang yang miskin di hadapan Allah, tidak akan menjadikan hidupnya hanya untuk mencari uang, uang dan uang!

(2) Dia tidak akan dikuasai oleh kesombongan. Orang yang miskin di hadapan Allah menyadari bahwa dirinya tidak ada apa-apanya tanpa Allah. Kalau dia bisa seperti sekarang ini dengan segala kemampuan dan apa yang dimiliki, itu semua karena Tuhan. Kalau dia bisa melayani Tuhan dan dipuji orang, itu semata adalah pemberian Tuhan. Dia tidak akan menjadi sombong dan kemudian merendahkan atau menganggap dirinya lebih dari orang lain. Bahkan, ketika dia merasa bahwa hidupnya baik dan dinilai sebagai orang benar, dia akan menyadari bahwa itu semua adalah karena anugerah Tuhan.

STUDI PRIBADI: Apa arti menjadi miskin di hadapan Allah? Mengapa sikap yang demikian harus dimiliki oleh orang Kristen?

DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap orang Kristen agar setiap kita tidak hidup bagi dunia ini, tapi hidup benar bagi Allah, sehingga orientasi hidupnya bukan pada materi, tetapi pada kemuliaan yang kekal.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami