Ayat Bacaan: Keluaran 20:8-11
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.” (Keluaran 20:8)
Hukum keempat dari sepuluh hukum Tuhan ini merupakan sebuah hukum yang memiliki keunikan tersendiri. Pertama, hukum keempat ini dicatat di dalam bentuk perintah positif, berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya (yang dimulai dengan kata “jangan”). Kedua, hukum keempat ini juga dijabarkan di dalam penjelasan detil yang cukup panjang, berbeda dengan hukum-hukum lainnya (ada yang hanya dicatat dengan sebuah frase perintah, seperti “Jangan Membunuh”). Ketiga, hukum Sabat ini merupakan hukum yang unik, karena hukum ini adalah hukum yang seringkali “dilanggar,” bukan oleh manusia, tetapi oleh Tuhan Yesus sendiri (bnd. Mat. 12:1-12, Mrk. 3:1-6, Luk. 13:10-17). Mengapa Tuhan Yesus “melanggar” hukum Sabat tersebut?
Perlu diketahui bahwa yang Tuhan Yesus langgar bukanlah hukum Sabat Tuhan, yang telah diberikan melalui perantaraan Musa, abdi Allah tersebut, tapi aturan-aturan Sabat yang dibuat manusia ketika berusaha untuk menjalankan hukum Sabat Tuhan. Dari aturan Tuhan yang tercatat dalam Keluaran 20 ini, dibuatlah 39 larangan bagi orang Israel selama Sabat (Misynah Sabbath 7:2). Interpretasi manusia yang keliru inilah yang Tuhan Yesus tentang. Tuhan tidak mau menjalankan hukum manusia yang penuh dengan kerusakan dan justru menjadi beban berat yang tidak memerdekakan.
Sebenarnya, Sabat merupakan waktu “isi ulang” yang Tuhan berikan bagi manusia. Kata “Sabat” merupakan serapan dari bahasa Ibrani yang berarti “berhenti, beristirahat, mengaso”. Alkitab mencatat, setelah 6 hari lamanya manusia bekerja, Tuhan memberikan sabat, supaya manusia bisa beristirahat—untuk mengumpulkan kembali tenaganya (Kel. 20:9-10; bnd. Mrk. 2:27). Namun, Sabat bukan hanya waktu untuk mengisi ulang tenaga fisik kita saja, melainkan tenaga rohani (hidup rohani), yang telah berjuang setiap saat untuk menghadapi pencobaan, kesukaran, penderitaan, demi hidup memuliakan Tuhan. Melalui Sabat ini, rohani kita disegarkan untuk mampu kembali berjuang untuk menyenangkan hati Tuhan.
STUDI PRIBADI: Apakah arti Sabat? Bagaimana caranya agar umat Tuhan dapat me-“recharge” kehidupan rohaninya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan memohon kekuatan dari-Nya agar kehidupan rohani tiap anak Tuhan senantiasa disegarkan dengan firman Tuhan setiap harinya sehingga kita beroleh pembaruan dari-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index