Ayat Bacaan: Matius 5:5
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Matius 5:5)
Falsafah dunia seringkali berbicara tentang keberanian untuk tampil dengan penuh percaya diri, kekuatan, sikap agresif, dan penaklukan. Pepatah humanis mengatakan: Anything you want, if you want it real bad, then you will get it! Orang dianggap mencapai obsesi hidup, jika punya visi yang jelas, mental kuat, kemampuan hebat dan semangat juang yang tidak bisa dipatahkan. Dan, Tuhan menyampaikan kebenaran, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi!”
Ketika berdiri di hadapan kemuliaan Allah dan melihat diri kita secara benar, maka yang kita rasakan adalah ketidaklayakan diri, terperangkap dalam kelemahan kedagingan, serta ketidakberdayaan kita untuk hidup seharusnya selaku anak-anak Allah, dan itu membuat kita sangat berduka, memunculkan kerendahan hati yang sungguh-sungguh di hadapan Allah. Kini, kerendahan hati kita diuji lewat interaksi eksternal kita; dalam relasi dengan orang lain, dan respon kita terhadap rangsangan luar.
Adalah mudah untuk berkata kepada Tuhan: Saya adalah orang yang penuh kelemahan, bodoh, tidak setia dan kata-kata lain yang merendahkan diri, tapi bagaimana sewaktu orang lain mengatakan kalimat ini untuk kita? Orang yang betul-betul menyadari kemiskinan dirinya di hadapan Allah, akan menyadari dominasi sifat dosa yang berkerja aktif di dalam dirinya. Orang yang betul-betul memiliki kesadaran seperti itu, akan memiliki keren-dahan hati yang sejati. Kritikan orang lain tidak akan mudah membuatnya tersinggung; celaan bahkan penghinaan tidak cepat membuat emosinya meluap tak terkendali. Dia menjadi orang yang lembut hatinya. Ini bukanlah sifat bawaan, bukan hasil pendidikan yang tinggi, bukan buah pengalaman hidup. Inilah karakter rohani yang muncul dalam diri manusia ciptaan baru yang sedang menerapkan pengajaran Tuhan dalam 8 ucapan bahagia ini.
Orang yang lembut hatinya, tidak bisa dijatuhkan, juga tidak punya hati ingin menjatuhkan orang lain. Dia rendah hati, sekaligus kuat. Dia selalu merasakan kepuasan dan kepenuhan hidup, dialah orang yang tidak punya apa-apa, namun memiliki segalanya.
STUDI PRIBADI: Apakah perbedaan antara konsep dunia tentang menguasai bumi dengan konsep Alkitab tentang hal yang sama? Mengapa Tuhan Yesus mengajarkan hal ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa kepada Tuhan agar Ia memampukan kita memiliki kelemahlembutan yang sejati sehingga kita tidak mudah terbakar emosi sehingga memakai hati dan pikiran kita untuk membalas perbuatan orang lain.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index