Ayat Bacaan: Keluaran 9:8-12
“Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka—seperti yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa.” (Keluaran 9:12)
Sesuai perintah Tuhan, Harun dan Musa mengambil jelaga (abu) dari dapur peleburan, kemudian menghamburkannya ke udara di depan Firaun, sehingga terjadilah barah yang menjangkiti manusia dan binatang. Tulah keenam ini sekali lagi dimaksudkan untuk membuktikan bahwa tak ada yang dapat melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan, bahkan tukang sihir dan ahli mantera sekalipun. Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka—hal ini seperti yang telah difirmankan Tuhan kepada Musa. Apa maksud dari, “Tuhan mengeraskan hati Firaun?”
EW Bullinger menjelaskan, bahwa kata kerja aktif “mengeraskan” dalam bahasa Ibrani bisa mengungkapkan arti “mengizinkan dan tindakan langsung.” Tuhan mengeraskan hati Firaun, berarti Tuhan mengizinkan hati Firaun dikeraskan. Tindakan ini tentu tidak berlawanan dengan kehendak Firaun sendiri. Dalam perkara ini, Allah hanya membiarkan kekerasan hati Firaun terjadi, walau Ia dapat saja melunakkannya (seperti yang terjadi pada diri Paulus). Tuhan membiarkan Firaun memperturutkan apa yang diingininya, membiarkan dia memilih jalannya sendiri.
Mengapa Firaun mengeraskan hatinya? Kita tahu, bahwa akar dari kekerasan hati Firaun disebabkan karena ia sendiri adalah seorang yang keras kepala dan sombong. Ia menolak menundukkan dirinya di hadapan Tuhan, walau Tuhan terus memberikan peringatan yang keras kepadanya. Dengan mendatangkan hukuman atas Mesir maka tercapai pula rencana Tuhan, seperti ayat berikut ini: “Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir. Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umatKu, orang Israel dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat” (Kel. 7:3-4). Jadi, apa yang Tuhan lakukan terhadap rakyat Mesir dan rajanya, membuktikan bahwa Ia berdaulat penuh atas apapun, termasuk keputusan manusia.
STUDI PRIBADI: Coba jelaskan bagaimana korelasi antara Allah yang mengeraskan hati Firaun, dengan Firaun mengeraskan hatinya sendiri!
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar setiap kita hidup dalam anugerah Allah, sehingga kita tidak lagi hidup menyombongkan diri; melainkan hidup berserah dan tunduk kepada kehendak Allah.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index