Ayat Bacaan: Rut 1:7-23
“Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; Tuhan kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu...
lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.” (Rut 1:8, 14)
Seseorang bernama Vance Havner mengungkapkan suatu kesetiaan atau iman dengan sebuah kalimat, “Kebanyakan dari kita hidup oleh iman apabila kita tahu upahnya akan diberikan dalam dua minggu.” Pernyataan Havner ini merupakan kritik terhadap orang Kristen yang sering menilai persoalan hidup berdasarkan pembuktian-pembuktian jasmaniah dalam jangka waktu yang pendek. Padahal, iman atau kesetiaan menuntut suatu sikap yang melanpaui penglihatan jasmani dalam kurun waktu yang tidak kita ketahui (bnd. Ibr. 11:1). Bagimana dengan sikap Rut atau Orpa dalam bacaan Alkitab hari ini?
Pertama, Orpa melihat persoalannya dari perspektif antropologis. Dalam kisah ini Naomi menyampaikan keluhan dan kondisi dirinya, bahwa ia tidak memiliki apa-apa yang berguna bagi kelangsungan hidup dan masa depan menantunya. Karena itu, ia berpesan dan mendorong keduanya untuk menikah kembali, pulang kepada bangsanya dan menjalani hidup yang jauh lebih baik. Semula Orpa ingin menunjukkan kesetiaanya kepada Naomi, tapi pikirnya, nasihat Naomi tidaklah salah. Sangat manusiawi dan tidak melanggar hukum, apabila ia mengambil keputusan tersebut, apalagi ia masih muda dan harus melanjutkan hidupnya di masa depan. Perspektif antropologis seperti yang dilakukan Orpa tidaklah salah, tapi terbatas, dan cenderung mengandalkan diri sendiri.
Kedua, Rut melihat persoalannya dari perspektif teologis. Berbeda dari Orpa, Rut tetap setia kepada Naomi. Kesetiaannya berdasarkan pada iman kepada TUHAN, Allah Israel (ay. 16-17). Ia tahu bahwa dirinya membutuhkan penghidupan yang layak, sama seperti Orpa, tetapi ia memilih bersama Naomi, sebab ia percaya bahwa TUHAN sedang bekerja di tanah Israel, termasuk pada Naomi (ay. 6). Perspektif Rut yang tepat ini kemudian menghasilkan perubahan besar dalam hidupnya, termasuk kehidupan Naomi (Rut 2-4). Bagaimana dengan kita? Mari kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita dari perspektif Tuhan, sehingga kita dapat bersikap tepat dalam hidup ini.
STUDI PRIBADI: Mengapa Rut dan Orpa memiliki sikap yang beda terhadap nasihat Naomi (ay. 11-13)? Sebagai orang Kristen, mengapa kita harus memiliki perspektif yang tepat?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan agar kita memiliki pandangan yang tepat dalam menyikapi setiap persoalan, sehingga apa yang kita putuskan dan kerjakan dapat sesuai dengan kehendak Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index