Ayat Bacaan: Matius 1:1-17
“Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.” (Matius 1:17)
Banyak orang Kristen cenderung melewatkan bagian silsilah dalam pembacaan Alkitab mereka, termasuk silsilah Kristus ini. Silsilah merupakan bagian yang sering dianggap membosankan. Tapi, bila diamati dengan baik, ternyata silsilah Yesus Kristus ini merupakan silsilah yang mengandung beberapa keunikan. Keunikan-keunikan itu antara lain:
(1) Ada nama wanita. Dalam silsilah Yahudi, nama perempuan biasanya tidak dicantumkan karena orang Yahudi menganggap wanita sebagai manusia rendah yang tidak punya kuasa apa-apa. Tapi, luar biasa, dalam silsilah Kristus ini, Matius menuliskan nama-nama wanita, seperti: Tamar, Rahab dan Rut di ay. 5, serta istri Uria (ay. 6) dan Maria sendiri (ay. 16).
(2) Ada nama-nama dari bangsa Kafir. Orang Yahudi merupakan bangsa yang sangat rasis. Mereka menganggap bangsa mereka adalah bangsa nomor satu. Mereka tidak mau bergaul dengan bangsa lain, bahkan sekadar masuk ke rumah mereka. Bangsa lain dianggap setara dengan “anjing,” sebuah gambaran kenajisan. Tapi sekali lagi luar biasa, dalam silsilah ini tercantum nama Rahab, perempuan kafir dari Yerikho, dan Rut, perempuan Moab.
(3) Ada nama-nama yang secara Taurat berdosa dalam silsilah tersebut. Orang Yahudi pada masa itu hidup dalam pengharapan Mesianis. Trauma pembuangan membuat mereka berpikir bahwa dengan hidup benar sesuai Taurat maka kedatangan Mesias bisa dipercepat. Akibatnya, ketika ada orang-orang yang melanggar Taurat maka orang itu akan segera dikucilkan karena dianggap memperlambat datangnya Mesias. Ternyata, ada nama-nama yang secara Taurat jelas berdosa, misal, Rahab si pelacur, Daud yang mengambil istri Uria, dan Manasye yang memerintahkan untuk membunuh nabi Yesaya dengan cara digergaji.
Lalu apa fungsinya keunikan-keunikan itu? Silsilah ini sebenarnya sedang mengingatkan kita satu hal, yakni bahwa ketika Tuhan memakai kita, itu murni karena anugerah-Nya. Ia tidak melihat apa kelebihan, apalagi kekurangan kita.
STUDI PRIBADI: Mengapa Matius tidak merasa enggan memasukkan nama-nama orang yang dipandang tidak sesuai dengan tradisi orang Yahudi saat itu? Apa maksudnya?
DOAKAN BERSAMA: Bersyukurlah kepada Tuhan, karena Ia tak pernah sekalipun memperhitungkan kita dari keberadaan kita yang lemah dan berdosa ini, melainkan hanya karena kasih-Nya semata, sehingga kita beroleh hidup kekal.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index