Ayat Bacaan: Matius 5:23-24 (lanjutan)
“Jika... engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dulu...” (Matius 5:23-24)
Kebanyakan agama mengajarkan ibadah sebagai perwujudan kepercayaan pada Tuhan, namun sering agama tidak mengaitkan fungsi hati nurani dalam peribadahan yang mempengaruhi kehidupannya. Ibadah yang mengalahkan peranan hati nurani menyebabkan pengorbanan manusia dalam peribadahan, seperti ibadah suku-suku pedalaman primitif. Ibadah yang mengabaikan kehidupan menyebabkan peribadahan yang munafik. Bagaimana dengan ajaran Kristen?
Kekristenan menempatkan kehidupan sebagai bentuk peribadahan (Rm. 12:1-2), sehingga seluruh aspek perbuatan dan tingkah laku Kristen adalah ibadah kepada Tuhan (1Kor. 10:31; Kol. 3:23). Karena itu, Tuhan mengajarkan peranan hati nurani Kristen yang mengintegrasikan ibadah dan kehidupannya. Hati nurani Kristen adalah hati nurani yang telah diku-duskan (Ibr. 10:22) dan ada dalam bimbingan Roh Kudus (Rm. 8:27) untuk memerankan fungsinya dengan tepat dalam peribadahan dan kehidupan.
Peranan hati nurani dalam ibadah ditekankan dalam ayat-ayat ini, sehingga hati nurani ditempatkan antara pelaksanaan ibadah. Disebutkan bahwa, “jika engkau mempersembahkan... dan teringat akan sesuatu yang ada dalam hati.. tinggalkanlah persembahanmu.. dan pergilah berdamai.., lalu kembali untuk mempersembahkan...” Ibadah yang benar di hadapan Allah tidak boleh mengabaikan hati nurani yang berbicara dengan jelas pada saat ibadah itu.
Peranan hati nurani dalam ibadah akan terwujud dalam kehidupan, sehingga hati nurani dan ibadah akan mengarahkan tindakan proaktif kehidupan umat Tuhan. Maka, Tuhan memerintahkan untuk “pergi berdamai” dengan saudaramu agar peribadahan tidak mubasir dan kehidupan tidak terganjal oleh berbagai macam masalah hidup. Tuhan mau menunjukkan keharmonisan antara hati nurani, ibadah dan kehidupan Kristen. Tuhan tidak mau orang Kristen mendualismekan ibadah dan kehidupan sebagai masalah rohani dan jasmani. Tuhan mau orang Kristen menyatukan ibadah dan kehidupan dengan pemfungsian hati nurani yang utuh.
STUDI PRIBADI: Mengapa dalam menjalankan ibadahnya, orang percaya harus memeriksa hati nuraninya? Bagaimana kondisi hati nurani orang percaya?
DOAKAN BERSAMA: Doakanlah setiap orang Kristen, agar mereka menempatkan dan memfungsikan hati nuraninya secara aktif guna menunjang peribadahan yang benar dan kehidupan yang beres.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index