Selasa, 16 Februari 2010
Fungsi hati Nurani Dalam Ibadah (1)

Ayat Bacaan: Matius 5:23-24
“Jika... engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dulu...” (Matius 5:23-24)

Tiap agama memiliki unsur ibadah, termasuk keristenan. Dalam ayat ini, Tuhan mengungkapkan suatu maksud kehendak-Nya berkaitan dengan ibadah Kristen yang menempatkan peranan hati nurani untuk “mengontrol” peribadahannya (Ibr. 10:22).

Tuhan mengingatkan kepada setiap orang percaya untuk memiliki hati nurani yang murni setiap kali menjalankan ibadahnya. Tuhan menyatakan: “engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati...” sehingga Ia mau hati nurani Kristen difungsikan dalam tiap peribadahannya. Hati nurani Kristen menjadi suatu refleksi dan evaluasi kehidupan. Manusia berdosa seringkali menempatkan hati nuraninya untuk membenarkan diri, atau mematikan suara hati nuraninya ketika menuduh ketidakbenaran hidupnya. Namun, sebagai orang Kristen yang telah diperbaharui, peranan hati nurani harus dikembalikan kepada maksud semula, untuk mengungkapkan kebenaran ataupun ketidakbenaran dalam hidup Kristen.

Memang hati nurani tidak boleh diagungkan melampaui peranan Roh Kudus yang memimpin kehidupan Kristen, namun hati nurani tidak boleh diabaikan menurut fungsi pewahyuan umum yang Tuhan berikan kepada seluruh umat manusia. Selain itu, hati nurani Kristen telah dipulihkan fungsinya, sehingga Roh Kudus akan memimpin dan mengarahkan fungsi hati nurani dengan benar (bdk. Rm. 8:16).

Melalui ayat-ayat ini, Tuhan ingin mengungkapkan hubungan timbal-balik antara ibadah dan hati nurani. Ibadah yang benar akan mencerminkan kemurnian hati nurani, dan di dalam kebersihan hati nurani memperkuat pelaksanaan ibadah dengan tepat. Relasi yang benar dengan Tuhan dalam ibadah akan mewujudkan relasi yang beres dengan sesama, dan relasi yang benar dengan sesama akan membuka perkenanan Tuhan dalam relasi ibadahnya. Di sini terlihat adanya sinergi antara ibadah dan hati nurani. Ibadah yang benar tidak mengabaikan hati nurani, sebab ibadah membuka seluruh pikiran hati nurani, dan bahkan ibadah memampukan hati nurani untuk bertindak dalam membereskan permasalahan yang ada.

STUDI PRIBADI: Apa peranan hati nurani dalam ibadah yang kita lakukan? Apa yang seharusnya dilakukan apabila hati nurani kita tidak beres ketika beribadah?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar tiap kita tidak melupakan peranan hati nurani dalam ibadah kita, sehingga kita beroleh perkenanan Tuhan dan ibadah kita dapat semakin hari semakin dimurnikan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami