Ayat Bacaan: Lukas 19:1-10
“Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: Ia menumpang di rumah orang berdosa.” (Lukas 19:7)
Apa jadinya jika suatu hari ada seorang yang terkenal sebagai orang berdosa (sebut saja: pelacur, germo, penjudi, pembunuh, perampok) masuk dan hadir dalam ibadah gereja? Respon apakah yang diberikan jemaat yang hadir? Apakah jemaat akan menjabat tangannya dengan penuh kasih? Atau, apakah jemaat akan merangkul mereka dan bersyukur? Ataukah, jemaat akan mengundang mereka dalam perjamuan kasih dan memberi mereka tumpangan untuk mengantar mereka pulang?
Sungguh berharap, jawaban-jawaban semacam ini yang akan terjadi. Namun, fakta menunjukkan hal yang berbeda. Jemaat bukannya bersyukur dan mengharapkan kehadiran orang-orang semacam itu, bahkan mungkin ada di antara mereka yang berdoa agar orang tersebut tidak lagi mau hadir dalam ibadah dan pertemuan dalam gereja.
Hal semacam inilah yang juga ada di dalam benak orang-orang yang melihat Tuhan Yesus masuk dan hadir di dalam jamuan makan seorang kepala pemungut cukai. Bagi mereka, orang-orang semacam pemungut cukai, tidaklah boleh didekati. Orang-orang berdosa mereka anggap “najis” secara keagamaan, pengkhianat secara kenegaraan. Mendekati mereka sama artinya dengan menajiskan diri dan menjadi pengkhianat. Maka tidak heran, jika orang banyak mencibir dan bersungut-sungut ketika melihat Tuhan Yesus (juga para murid-Nya) duduk bersama, makan bersama, bersukacita bersama orang-orang yang “HARUS DIHINDARI”.
Namun, Lukas—pencatat kisah ini—menulis sebuah kesimpulan yang luar biasa, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Bagi Lukas, yang kerapkali menceritakan pengalaman Tuhan Yesus yang masuk dan bergaul dengan orang berdosa, inilah tujuan kedatangan Mesias: mencari, menemukan, menggandeng, merangkul, memeluk, dan menjadi sahabat orang-orang berdosa. Maka tidaklah salah, jika kita menyimpulkan bahwa gerejapun bertugas dan berperan untuk bisa mencari, menyambut, merangkul orang-orang berdosa agar keselamatan juga menjadi bagian mereka pula.
STUDI PRIBADI: Apa penyebab orang-orang banyak tidak mau bergaul dengan orang yang (ketahuan) berdosa? Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap mereka?
DOAKAN BERSAMA: Mari kita berdoa agar Tuhan memberi pada kita kasih yang mau menyambut, merangkul serta menolong orang-orang yang telah jatuh dalam dosa, agar mereka dapat kembali kepada Tuhan dan bersekutu bersama kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index