Ayat Bacaan: Wahyu 2:1-7
“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”
(Wahyu 2:4)
Seandainya saja ada pemilihan gereja terfavorit dan teraktif; mungkin gereja Efesus merupakan salah satu kandidat kuatnya. Bagaimana tidak, gereja Efesus ini dikenal sebagai gereja yang berjerih lelah dan tekun dalam pelayanannya. Seluruh anggota jemaat terlibat aktif dan sangat antusias dalam melakukan pelayanan, tanpa perlu didorong-dorong atau diberi motivasi apapun. Seolah-olah, pelayanan merupakan sesuatu yang telah mendarah daging dalam kehidupan mereka. Bukan hanya itu saja, jemaat Efesus juga dikenal sebagai gereja yang memiliki kepekaan rohani akan pengajaran yang benar. Mereka tidak mudah dikecoh dan digoncangkan oleh berbagai macam ajaran-ajaran sesat yang menyusup masuk. Yang terakhir, jemaat Efesus juga dipuji karena mereka bersedia dan rela menderita demi Tuhan. Sungguh suatu teladan kehidupan berje-maat yang patut dijadikan panutan.
Namun sangat disayangkan, karena semua catatan keberhasilan dan reputasi jemaat Efesus ini disambung dengan sebuah celaan dan teguran Tuhan. Walaupun jemaat Efesus sudah melakukan berbagai macam pelayanan yang luar biasa, tapi ada satu yang kurang, yaitu mereka telah kehilangan kasih yang semula. Mereka telah melakukan segala macam pelayanan dan kehidupan kerohanian yang tanpa didasari kepada kasih, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Ketekunan mereka bukan timbul sebagai sebuah respon dari hati yang mengasihi Tuhan. “Kekakuan” mereka dalam menjaga doktrin yang benar juga bukan dikerjakan karena mereka mengasihi Tuhan. Ketahanan mereka di dalam menanggung derita juga bukan dihasilkan dari kasih mereka kepada Tuhan. Bagi Tuhan, hal ini merupakan sebuah kejatuhan yang dalam.
Belajar dari teguran ini, satu hal yang Tuhan ingin ingatkan bagi setiap kita, jemaat dan pelayan Tuhan, yaitu untuk senantiasa melakukan segala sesuatunya dengan hati yang mengasihi Tuhan dan juga dengan hati yang mengasihi sesama. Marilah kita melakukannya, agar Tuhan tidak mencela apa yang telah kita lakukan!
STUDI PRIBADI: Saudara, apakah yang dimaksud dengan kasih yang semula? Lalu, seperti apakah kasih semula itu?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa agar kita tetap mengasihi Tuhan dengan segenap hidup dan diri kita, yang dapat kita wujudnyatakan melalui pelayanan pada Tuhan dan manusia, sehingga nama Tuhan dapat dipermuliakan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index