Ayat Bacaan: Amsal 30:24-28
“Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan...” (Amsal 30:24)
Bagian firman Tuhan ini hendak menekankan empat hal yang nampak kecil tapi penuh hikmat. Hikmat itu digambarkan dengan semut yang mempunyai “sedikit kekuatan” tetapi hidup dalam komunitas dan menjalankan kewajibannya dengan rela. Selain itu, setiap tindakan semut dipimpin oleh tuntutan kondisi alam yang berjalan. Dalam hikmatnya, semut memperkirakan apa yang akan terjadi dan segera mempersiapkan bekal makanannya untuk musim dingin dan mendapatkan kehangatan. Pelanduk (hewan yang bentuknya mirip kelinci) hidup secara berkelompok dan dalam kelemahannya berusaha mencari tempat perlindungan yang kokoh di batu karang yang memberikan keamanan dari hewan lain yang lebih kuat dari dirinya. Belalang “yang tidak memiliki raja” namun menunjukkan adanya disiplin dan kesediaan menaruh perhatian dalam kerjasama dan perintah yang diberikan. Cicak yang memang mudah ditangkap dengan tangan, tapi karena kerja kerasnya, dapat berada di istana raja.
Ada kontras yang menarik dalam keberadaan keempat hewan di atas; kelemahan-kelemahan yang menjadi ciri khas mereka ternyata tidak menyurutkan setiap potensi dan kelebihan yang dimiliki. Adanya kelemahan tidak berarti meniadakan hikmat untuk menggali tiap hal positif dan penting yang secara nyata dapat diwujudkan. Betapa penting setiap pesan moral dan pembelajaran positif yang dapat diambil dari keberadaan dan sikap keempat hewan tersebut.
(1) Sebagai seorang percaya, kita perlu memiliki hikmat yang selalu memandang ke depan dan hidup dalam perencanaan yang matang berdasarkan tuntunan Allah. (2) Merupakan suatu sukacita, menyadari betapa kita adalah individu yang sarat dengan kelemahan dan perlu hidup dalam ketergantungan penuh kepada Tuhan, tempat berlindung yang teguh. (3) Kita dapat membangun sikap disiplin dan kerendahan hati untuk bekerja sama dalam hidup berkomunita. (4) Sikap kerja keras menjadi gaya hidup yang terus dipupuk dan bentuk nyata yang mewarnai kesaksian hidup kita yang memuliakan Allah.
STUDI PRIBADI: Bagaimana sikap orang Kristen dalam menghadapi kelemahan pribadinya? Apakah dalam setiap kelemahan memiliki potensi untuk memuliakan nama Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah supaya setiap orang Kristen mempunyai sikap yang benar dalam menghadapi setiap kelemahan pribadi dan bijak di dalam mengembangkan setiap potensi yang memuliakan Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index