Senin, 08 Februari 2010
Sahabat Sejati (1)

Ayat Bacaan: Amsal 17:17
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17)

Mencari teman tidaklah mudah, apalagi mencari sahabat. Kita perlu waktu, mungkin bertahun-tahun untuk mengetahui apakah teman kita sesungguhnya telah menjadi seorang sahabat buat kita, atau bukan. Bagaimanakah kita mengetahui bahwa dia sahabat kita?

Menurut Amsal 17:17, seorang dapat dikatakan sebagai “sahabat,” jika orang tersebut menaruh kasih kepada sahabatnya setiap waktu. Kasihnya bukanlah kasih yang musiman. Artinya, bukan kasih yang tergantung atau melihat situasi kondisi, tetapi kasih yang berlaku setiap waktu. Itu berarti bahwa seorang sahabat akan tetap mengasihi sahabatnya dalam kondisi apapun; bukan hanya ketika sahabatnya sedang dalam kondisi enak, kaya, terkenal, melainkan juga ketika sahabatnya sedang jatuh miskin, cacat dan terpuruk. Demikian pula “kasih setiap waktu” itu diwujudnyatakan dengan menjadi saudara dalam kesukaran. Misalnya, seorang sedang mengalami kesukaran, kepahitan hidup dsb, maka sahabatnya tidak meninggalkannya begitu saja, melainkan datang mengulurkan tangan, mendampingi, mendengarkan keluhannya dan berkata, “Apapun kondisimu, aku tetap sahabat yang mengasihimu.”

Menurut Martin Buber, seorang filsuf, ada 2 macam pola hubungan, yaitu, “I-it” dan “I-Thou.” Dalam pola hubungan “I-it”, seseorang dapat memperlakukan temannya seperti dia memperlakukan benda; dimiliki, diperalat, diperlakukan semaunya, dan teman tersebut harus menuruti kehendaknya tanpa protes. Sedangkan dalam pola “I-Thou”, seseorang memperlakukan sahabatnya sebagai sesamanya; ia mengasihi sahabatnya seperti dirinya sendiri. Bagaimana dengan Anda?

Apakah Anda menjadi sahabat sejati bagi rekan Anda? Apakah Anda juga memiliki seorang sahabat sejati? Jangan terburu-buru mengatakan: “Dia sahabat sejati saya,” ketika kondisi Anda sedang senang, karena Anda baru akan dapat mengerti kualitas persahabatan Anda, justru ketika Anda sedang dalam kesulitan. Apakah sahabat Anda datang dan mendampingi Anda dalam segala keadaan?

STUDI PRIBADI: Apa ciri-ciri seorang sahabat sejati itu? Sulitkah menjadi sahabat sejati? Mengapa?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar setiap kita dapat menjadi sahabat sejati bagi rekan kita masing-masing sehingga kita dapat saling membangun dan menguatkan, antara yang satu dengan lainnya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami