Ayat Bacaan: Filipi 4:2-3
“Eudia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Bahkan kuminta kepadamu juga Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka.” (Filipi 4:2-3)
Dalam masa pelayanannya, Paulus pernah mengalami perselisihan dengan rekannya, Barnabas; hanya karena Barnabas ingin mengajak Yohanes, yang disebut Markus, menyertai pelayanan mereka. Akibatnya, mereka harus berpisah dalam pelayanan. Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus; sedangkan Paulus membawa Silas ke Siria dan Kilikia (Kis. 15:35-41). Kita tidak tahu sampai berapa lama Paulus dan Barnabas berselisih. Namun dalam suatu kesempatan, Paulus ternyata menyebut Markus sebagai teman seperjuangan yang telah membantunya dalam pemberitaan Injil (Kol. 4:10-11; Flm. 1:24). Inilah Paulus; ia berjiwa besar dan mau menyelesaikan persoalannya; tanpa merugikan Markus, sekalipun Markus mungkin telah melakukan kesalahan dalam pelayanan.
Jiwa besar Paulus dalam kepemimpinan juga ditunjukkannya ketika ia menghadapi dua rekannya, Eudia dan Sintikhe, yang sedang berselisih. Pengalaman masa lalu telah membuat dirinya sangat berhati-hati dalam menyelesaikan masalah itu. Itulah sebabnya, Paulus meminta Sunsugos untuk membantunya. Yang menarik dalam nasihat Paulus adalah, ia tidak lagi mengulang sikap masa lalunya, dengan mengucilkan Eudia ataupun Sintikhe; seperti yang pernah dilakukannya terhadap Markus. Sebaliknya, Paulus memperjuangkan agar masalah yang mereka hadapi dapat segera diselesaikan dengan baik; sehingga keduanya tetap dapat berfokus untuk melayani Tuhan.
Dalam masalah mereka, kita tidak tahu siapa yang bersalah; mungkin Eudia atau Sintikhe; tetapi dari permohonan Paulus kepada Sunsugos, kita tahu bahwa masalah mereka cukup komplikatif. Namun demikian, Paulus sebagai seorang pemimpin, telah bersikap bijaksana dalam menyikapinya. Ia tidak memihak atau mempersalahkan satu sama lainnya. Sikap Paulus justru menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang berjiwa besar, rela mengambil tindakan yang dianggap tidak proporsional atau popular, demi keutuhan pelayanan, rekan kerja, dan terlebih keutuhan tubuh Kristus. Bagaimana dengan kita?
STUDI PRIBADI: Apa yang sering menjadi kendala dalam menyelesaikan suatu pertikaian? Bagaimana sikap yang seharusnya diambil, apabila kita bertikai dengan rekan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan memohon kekuatan dan kerendahan hati dari-Nya supaya kita memperolah keberanian dan kerelaan untuk mengampuni dan mengasihi mereka yang bertikai dengan kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index