Jumat, 05 Februari 2010
Nasihat Penting

Ayat Bacaan: Yudas 1:17-19
“Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Yudas 1:17)

Kitab Yudas merupakan salah satu kitab yang paling singkat dalam Perjanjian Baru (PB). Seperti surat Paulus kepada Filemon atau surat ke-2 dan 3 rasul Yohanes, kitab Yudas ini hanya berisi 1 pasal saja. Namun demikian, ini tidak berarti bahwa surat Yudas kurang penting dibanding dengan surat lainnya yang lebih panjang. Pada bagian yang kita baca hari ini, ada nasihat penting yang Yudas hendak sampaikan kepada kita. Nasihat untuk waspada (ay. 17-19).

Nasihat ini ditegaskan dengan kata “ingatlah.” Di sini Yudas tidak berbicara atas otoritas dirinya, sebab ia bukan seorang rasul. Sebaliknya, ia memakai otoritas rasul, sehingga dalam suratnya ia berkata: “ingatlah apa yang pernah dikatakan para rasul.” Apa yang harus kita ingat? Yaitu tentang pengajar-pengajar palsu yang muncul pada akhir zaman. Kita melihat di sini bahwa Yudas memandang jauh ke depan pada akhir zaman, padahal saat itu ia hidup pada abad pertama, kurang lebih 2000 tahun lalu.

Mengapa nasihat Yudas tetap relevan bagi gereja yang hidup 2000 tahun kemudian? Kita sebagai umat Allah harus menyadari bahwa gereja hidup dalam zaman yang terus berubah-ubah. Nasihat Yudas ini menjadi tidak penting bila ditinjau dari cara berpikir postmodern yang mengajarkan semangat relativisme dan pluralisme. Gereja yang mengikuti arus pemikiran relativisme dan pluralisme akan berpikir secara “open minded” (berpikir terbuka dan menerima keadaan di luar dirinya), tanpa mengingat nasihat Yudas ini.

Justru dalam situasi zaman seperti inilah nasihat Yudas ini menjadi sangat relevan bagi gereja yang mau setia kepada pengajaran yang benar. Dengan mengingat nasihat ini, gereja akan memelihara pengajaran yang benar, serta tidak mudah digoncangkan oleh pengaruh buruk dan kesesatan zaman yang dihadapinya. Bahkan gereja akan mampu menguji segala sesuatu, karena tidak semua roh berasal daripada Allah (bnd. 1Yoh. 4:1). Pertanyaan yang perlu kita renungkan, “sudahkah kita memiliki kepekaan tentang hal ini?”

STUDI PRIBADI: Bagaimana sikap umat Tuhan dalam menghadapi gejolak zaman yang merugikan dasar-dasar iman Kristen kita? Bagaimana nasihat Yudas tentang hal ini?

DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap orang Kristen agar mereka memahami dasar-dasar iman Kristen dengan benar, sehingga mereka bisa bersikap kritis terhadap setiap pengaruh zaman yang merugikan iman.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami