Ayat Bacaan: 1 Korintus 9:19-27
“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.” (Filipi 4:11)
Disiplin secara sederhana dapat berarti melakukan apa yang perlu dilakukan sesuai aturan yang berlaku untuk memberikan hasil yang diinginkan. Alkitab menggunakan istilah “penguasaan diri” untuk menggambarkan kualitas ini. Ini juga merupakan salah satu dari buah roh sebagaimana yang dicatat dalam Galatia 5:22-23. Penguasaan diri atau pendisiplinan diri sangat penting dalam kehidupan seorang Kristen. Salah satu alasan adalah, karena kita tidak memiliki seseorang yang dapat terus mengingatkan selama 24 jam tentang bagaimana menjalani hidup sebagai orang Kristen. Contohnya: tidak ada orang yang memberitahukan kepada kita, berapa menit dalam sehari kita harus membaca Alkitab, dsb. Hanya satu hal yang dapat membuat kita tetap melakukan semua itu, yakni pada saat kita bisa mendisiplin diri sendiri.
Dalam 1 Korintus 9:24-27, Paulus memakai ilustrasi pertandingan atletik sebagai gambaran sebuah kehidupan Kristen. Pertandingan atletik ini adalah hal yang sangat familiar bagi jemaat di Korintus. Orang Yunani memiliki 2 hari olahraga besar—pertandingan Olimpik dan pertandingan Isthmian yang dilangsungkan di kota Korintus setiap 3 tahun sekali. Orang-orang di Korintus mengetahui bahwa setiap atlet yang ambil bagian dalam pertandingan harus bersumpah akan berlatih keras selama 10 bulan, dan hanya memakan makanan khusus, yang memampukan mereka menjalani pelatihan itu. Mereka menjalani latihan yang keras supaya bisa menang. Max Anders mengatakan, “Hanya disiplin yang dapat membuat kita benar-benar mendapatkan yang terbaik dalam segala hal.”
Banyak orang yang mempunyai ambisi, tujuan, visi yang tidak pernah terwujud, disebabkan karena masalah disiplin diri sendiri. Misalnya, Gereja dipenuhi dengan orang-orang yang ingin dewasa secara rohani dengan pengetahuan yang mendalam tentang Firman Tuhan, tetapi mereka tidak mau membayar harga untuk mencapainya. Itu sebabnya gereja seringkali tidak bisa menjadi efektif.
STUDI PRIBADI: Sudahkah kita mendisiplin diri dalam membaca Alkitab, bersaat teduh, belajar Firman Tuhan, dan memberikan perpuluhan? Maukah kita membayar harga untuk menjadi murid yang Tuhan inginkan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar kita bisa belajar mendisiplin diri kita sendiri dan melatih diri kita sendiri untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga kita dapat memenangkan setiap pertandingan hidup yang kita jalani.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index