Senin, 01 Februari 2010
Selalu Baru Tiap Pagi

Ayat Bacaan: Mazmur 90:1-17
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! ‘TUHAN adalah bagianku,’ kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.” (Ratapan 3:22-24)

Pepatah Tionghoa mengatakan, “waktu bagaikan air.” Ungkapan ini mengandung arti: (1) waktu berjalan sangat cepat. Musa dalam usia lanjut, menulis Mazmur 90; membandingkan Allah yang kekal yang tidak akan berubah dengan manusia yang sementara, yang terus berubah karena batasan waktu dan ruang. Ketika Tuhan mewahyukan diri-Nya pada Musa, Dia berkata: “Aku adalah Aku” (“I am who I am”). Sepanjang sejarah manusia, tidak seorangpun bisa berkata: “aku adalah aku”, karena tatkala dia berkata “aku adalah aku,” maka aku yang pertama lebih tua beberapa detik dibandingkan dengan aku yang kedua. “Aku” hari ini lebih muda 24 jam dibanding “aku” hari kemarin. Manusia selalu berubah dalam proses waktu, namun Tuhan tidak pernah berubah (Ibr. 13:8).

(2) Air mengalir dari atas ke bawah. Bagaikan air sungai yang mengalir ke samudra raya yang tidak akan kembali lagi; maka abad 20, 19, 18, dan seterusnya, juga tidak akan kembali lagi. Hal ini mengingatkan kita untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya; seperti digambarkan bahwa waktu kita bagaikan kertas putih yang setiap hari diberikan kepada kita, selembar demi selembar. Kita memiliki pena; dapat memilih untuk menulis atau mengosongi kertas tersebut, tanpa diberikan penghapus. Pada waktu malam, lembaran kertas itu akan ditarik kembali. Keesokan hari, diberikan lagi lembaran kertas yang baru; demikian seterusnya. Kertas-kertas hasil karya kita inilah yang kelak harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Bagaimana kita menggunakan waktu yang terus mengalir bagaikan air yang tidak akan kembali lagi?

(3) Setiap pagi, Tuhan memberikan nafas hidup yang baru. Hidup lebih berharga daripada segala sesuatu yang lainnya; apakah gunanya seorang mendapatkan seluruh dunia ini, tetapi kehilangan nyawanya? Setiap pagi, bila kita bisa bangun dari tidur, itu adalah anugerah Tuhan; berapa banyak orang yang naik ke tempat tidur pada malam harinya, tidak bangun lagi keesokan harinya? Mari kita selalu bersyukur atas nafas hidup, yang selalu baru tiap pagi.

STUDI PRIBADI: Bagaimanakah sikap yang benar dalam memandang waktu? Apa yang kita harus kerjakan di dalammnya?

DOAKAN BERSAMA: Doakan bagi setiap anak-anak muda agar mereka dapat menghargai waktu dan kesempatan hidup yang Tuhan berikan, agar mereka bisa mengerjakan hal-hal yang benar dan memuliakan Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami