Ayat Bacaan: Yosua 24:14-15
“Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.” (Yosua 24:14b)
Salah satu ancaman terbesar terhadap kemurnian iman umat Israel adalah ketertarikan mereka kepada dewa-dewi yang ada di sekitar mereka. Ketika berada di Mesir, banyak dewa mengambil wujud binatang sangat mempengaruhi orang Israel. Tidak heran, apabila Harun dipaksa untuk membuatkan lembu emas untuk disembah. Ketika tiba di Kanaan, ada dewa Baal yang paling banyak disembah penduduk setempat. Dewa ini mengambil wujud sebagai dewa cuaca, dewa perang, atau dewa kesuburan. Di gunung Karmel, di pusat pemujaan dewa Baal, nabi Elia menantang 450 dewa Baal untuk membuktikan bahwa bukan mereka yang berkuasa atas alam, melainkan Allah yang benar.
Karena orang Israel begitu mudah terpengaruh oleh adanya dewa-dewi di sekitarnya, menjelang kematiannya, Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Yosua menceritakan kembali sejarah hidup orang Israel dari pemanggilan Abraham, pembebasan nenek moyang mereka dari perbudakan di Mesir, sampai mereka menyeberangi sungai Yordan dan berhasil menaklukkan berbagai kota di Kanaan. Semua peristiwa yang amat mengagumkan tersebut bisa terjadi karena campur tangan Tuhan yang perkasa.
Oleh sebab itu, Yosua menghimbau agar orang Israel jangan lagi meremehkan Tuhan dan menganggap-Nya tidak mampu. Umat Israel harus takut akan Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Tulus ikhlas berarti dengan hati yang rela, bersungguh-sungguh, tanpa pamrih. Sedangkan setia artinya tetap fokus dan konsisten pada Tuhan. Walau bagaimana pun keadaannya, kita harus tetap beribadah kepada Tuhan karena Dialah Tuhan yang patut disembah dan dipuji. “Engkau harus takut Tuhan, Allahmu, kepada Dia haruslah engkau beribadah,” demikian pesan Musa kepada orang Israel (Ulangan 6:13). Bagaimana dengan kita hari ini? Terutama dalam memasuki tahun baru ini, mari kita tetap beribadah kepada Tuhan dengan tulus hati dan setia. Dengan sikap demikian, maka kita menunjukkan kepercayaan kita pada tuntunan Tuhan.
STUDI PRIBADI: Apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita dalam kehidupan kita yang lalu? Apa yang membuat kita/Israel seringkali ragu pada pimpinan Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan mintalah kekuatan dari-Nya, agar kita dapat terus setia dan beribadah kepada Tuhan dengan tulus ikhlas; sehingga kita boleh mengalami sukacita dari-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index