Ayat Bacaan: Wahyu 1:1-3
“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” (Wahyu 1:3)
Ada banyak kebahagiaan yang ditawarkan dunia kepada setiap umat manusia; baik melalui keinginan daging (hawa nafsu), kemewahan dalam kekayaan, maupun kesenangan melalui individualisme (me-mentingkan dirinya sendiri); tanpa mempedulikan orang lain. Bahkan tidak jarang, banyak anak-anak Tuhan yang terseret dan terjatuh di dalamnya. Kebahagiaan bersama Allah, seringkali hanya dianggap sebagai sebuah mimpi dan omong kosong. Apakah ini benar?
Pada masa akhir hidup Rasul Yohanes, Allah menyatakan wahyu-Nya (kebenaran-Nya) untuk bisa dituliskan dalam Alkitab. Alkitab menunjukkan bahwa orang yang disebut bahagia adalah orang yang membaca firman, mendengarkan dan menuruti apa yang tertulis di dalam firman itu sendiri (Why. 1:3); di mana kebahagiaan tersebut tidak dapat digantikan oleh apa pun dalam dunia ini. Kitab Wahyu merupakan kitab terakhir dalam Alkitab yang menunjukkan tentang Prediction (pengungkapan peristiwa yang akan datang) dan Proclamation (pemberitaan tentang siapa diri Allah dan apa yang akan Dia kerjakan atau lakukan). Dalam kitab ini, kita melihat sebuah gambaran tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya; penghakiman kepada kejahatan, dan kebangkitan orang percaya untuk mendapatkan kebahagiaan bersama Allah; serta kebinasaan mereka yang tidak percaya kepada Kristus. Sebab itu, apabila seseorang membaca, mendengarkan dan menuruti apa yang dikatakan oleh Alkitab, mereka adalah orang-orang yang memiliki kebahagiaan bersama dengan Allah.
Karena itu, penulis Kitab Wahyu ini mengingatkan supaya kita bersiap-siap setiap waktu untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali nanti; sehingga, meskipun kita tidak mengetahui kapan hari itu tiba, kita telah siap untuk menyambut kedatangan-Nya. Karena itu, marilah kita mengarahkan mata hati (iman) kita kepada Kristus yang mengasihi dan menyelamatkan kita, dengan selalu membaca, mendengarkan dan menaati firman Tuhan di dalam hidup kita.
STUDI PRIBADI: Apa faedahnya bagi kita yang suka membaca, mendengar dan menuruti nasihat firman Tuhan? Lalu, apa yang harus kita lakukan dalam menyambut kedatangan Kristus nanti?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar kita memiliki kecintaan untuk merenungkan firman Tuhan setiap waktu, sehingga kita dapat mengerti kehendak-Nya dan dapat hidup sesuai dengan perintah-Nya, serta menyenangkan-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index