Senin, 25 Januari 2010
Eratkan Diri Dengan Allah

Ayat Bacaan: Yakobus 4:8
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” (Yakobus 4:8)

Masa depan cerah dan penuh keberhasilan selalu menjadi impian setiap orang. Sebab itu, tidak heran ada banyak orang yang ingin mengetahui bagaimana atau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Persoalannya, lingkungan yang bagaimanakah, atau dengan siapakah kita bergaul? Sebab hal ini akan mempengaruhi masa depan kita.

Pada bagian firman Tuhan yang kita baca hari ini, Rasul Yakobus memberikan sebuah pesan yang sangat penting bagi kehidupan kita, yaitu supaya kita menjaga relasi antara kita dengan Allah, “Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepada kita” (ay. 8a). Kedekatan kita dengan Allah, tentu bukan karena kita mampu untuk mendekatkan diri kepada-Nya; sebab kecenderungan hati kita adalah menjauh dari Allah. Jadi, hanya karena Allah yang memberi kesempatan atau membuka diri-Nya kepada kita, kita beroleh kesempatan untuk mendekat kepada-Nya. Inilah sebuah rahmat yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Oleh sebab itu, untuk mendekatkan diri dengan Allah, Rasul Yakobus mengutarakan dua cara yang penting, yaitu, “Tahirkanlah tanganmu” dan “Sucikanlah hatimu.” Tahirkanlah tanganmu menunjuk pada sebuah pola kehidupan yang diperkenankan Allah, yaitu hidup dalam pertobatan. Hidup di dalam pertobatan adalah hidup yang selalu mengoreksi diri, mengakui dosa, dan melakukan apa yang Tuhan inginkan melalui firman-Nya. Sedangkan “sucikanlah hatimu” menunjukkan kepada sebuah fokus iman, yaitu: hanya kepada Allah saja kita mempercayakan kehidupan kita; bukan kepada hawa nafsu kita atau kemegahan dunia ini.

Saat ini, masa depan kehidupan kita sangatlah bergantung pada apa yang kita lakukan pada masa kini (NOW) bukan pada hari kemarin (PAST) atau hari esok (FUTURE). Keputusan yang paling penting yang harus kita buat pada hari ini adalah, maukah kita hidup mendekat kepada Allah? Janganlah merasa diri pandai, sehingga kita tidak melibatkan Tuhan dalam kehidupan kita. Sebaliknya, jadilah penurut-penurut Allah, dengan hidup mendekat dan taat kepada-Nya.

STUDI PRIBADI: Apa yang seharusnya dilakukan anak-anak Tuhan dalam merencanakan masa depannya? Apa jadinya jika kita merasa diri tidak perlu Tuhan?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang percaya agar setiap kita tidak melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup kita akan masa depan, sehingga kita boleh menjadi orang yang berbahagia.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami