Ayat Bacaan: Kejadian 5:21-24
“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” (Kejadian 5:24)
Henokh adalah sahabat Allah. Ketika berumur 65 tahun, Metusalah, putranya lahir. Sejak itu, ia hidup bergaul dengan Allah sampai ia berumur 365 tahun dan diangkat ke sorga oleh Allah. Bayangkan, 300 tahun hidup di bumi berjalan bersama Allah, tanpa ada sedikitpun catatan yang negatif. Sulit sekali bagi orang percaya untuk melakukan hal ini, walau hanya satu hari saja.
Ada dua hal yang tampak ketika Henokh hidup bergaul dengan Allah. Pertama, Henokh hidup dengan iman. Ini seperti yang dikatakan penulis surat Ibrani: “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah” (Ibrani 11:5). “Iman melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata, percaya apa yang sulit dipercaya dan menerima apa yang mustahil,” demikian kata Corrie Ten Boom. Selama 300 tahun, Henokh hidup dengan iman dan mengalami hal-hal yang luar biasa bersama Allah.
Kedua, Henokh hidup dengan rendah hati. Ketika seorang semakin hidup dekat dengan Allah yang sempurna, semakin ia melihat keterbatasan dirinya, dan saat itulah ia semakin rendah hati. Pengalaman yang demikian diungkapkan Ayub: “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu” (Ayub 42:5-6). Ungkapan “aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu” menyatakan betapa Ayub merasa malu karena telah salah menilai Allah dan telah meragukan kebijakan dan kemahakuasaan Allah. Maka ketika ia menyadari Allah tetap memegang kontrol atas segala sesuatu, saat itulah terbukalah matanya. Thomas Wilson berkata “Satu-satunya cara untuk tetap rendah hati, adalah terus hidup di hadapan Allah.” Demikian pula dengan Henokh. Semakin ia bergaul dengan Allah dalam kehidupannya, semakin ia merendahkan diri di hadapan-Nya. Bagimana dengan kita?
STUDI PRIBADI: Apa dampak yang dihasilkan dari seseorang yang bergaul dengan Allah? Apa arti “bergaul dengan Allah” itu?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka memiliki hati yang selalu rindu bergaul dengan Allah, sehingga iman mereka semakin kuat dan mengenal kehendak Allah dalam hidup mereka.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index