Ayat Bacaan: Yohanes 13:34-35
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)
Kita bukan harus mengasihi orang lain hanya karena kita menyukai mereka. Rasa tidak suka dan rasa suka kita sama-sama tidak ada hubungannya dengan masalah mengasihi ini. Kasih kita tidak boleh bersifat memilih-milih karena ikatan keluarga atau ikatan sosial. Janganlah kita mengasihi orang lain karena mereka sedarah dengan kita, melainkan karena kita adalah orang-orang berdosa yang sudah ditebus, sehingga kita menyampaikan kasih Kristus kepada mereka.
Yesus menyuruh kita saling mengasihi sama seperti Ia mengasihi kita. Bagaimana Yesus menyatakan kasih-Nya? Pertama, kasih-Nya tidak mementingkan diri sendiri. Dalam kasih manusia yang termulia sekalipun selalu ada unsur mementingkan diri sendiri. Kita mengasihi, sebagian karena apa yang dapat kita peroleh dari tindakan itu; namun kasih Kristus tidak bersyarat, tidak mementingkan diri dan tidak menghiraukan apa yang akan diterima sebagai balasannya.
Kedua, kasih-Nya suka mengampuni. Ketika Ia menyuruh Petrus agar memperbanyak pengampunan sampai tujuh puluh kali tujuh kali, Ia hanya sedang menggambarkan besarnya kasih pengampunan yang dimiliki-Nya sendiri terhadap para pengikut-Nya yang gagal.
Ketiga, kasih-Nya bersedia berkorban. Setiap tindakan pelayanan yang dilakukan Tuhan membuat Ia kehilangan sesuatu. Pengorbanan yang Ia lakukan dalam masa hidup-Nya di dunia tidaklah terbatas, tetapi puncak pengorbanan-Nya adalah ketika Ia mati di kayu salib. Kasih sejati Kristus memberi tanpa syarat dan tidak menuntut balasan.
Inilah kasih yang tulus antara satu terhadap yang lain-merupakan ciri murid Kristus yang sejati. Bila orang-orang melihat tanda ini, mereka akan berkata, “Inilah murid-murid Kristus sejati.” Saudara, kita dapat berkhotbah dan berdoa, kita dapat memberi dengan pengorbanan dan bersaksi dengan setia, tetapi jika tanpa kasih sebagai motif pendorongnya, maka kita sama sekali tidak berguna, kita merupakan orang-orang yang secara rohani tidak berarti (1Kor. 13:1-3).
STUDI PRIBADI: Apa dasar dan alasan kita mengasihi sesama? Seperti siapakah kita harus belajar mengasihi?
DOAKAN BERSAMA: Doakan agar setiap orang Kristen dapat saling mengasihi dan mengampuni dalam Tuhan; melalui kehidupan kita bersaksi bagi kemuliaan Tuhan. Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita dapat mengasihi tanpa pilih-pilih.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index