Sabtu, 16 Januari 2010
Kejujuran Dalam Tindakan

Ayat Bacaan: Amsal 11:1
“Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.” (Amsal 11:1)

Kejujuran merupakan hal yang menyenangkan hati Allah. Dalam ayat ini nampak jelas suatu kontras tentang apa yang menjadi kekejian dan apa yang berkenan di hati Allah. Ayat 1 mulai dengan bagian pertama dari empat bagian dari kitab Amsal yang membicarakan ukuran berat, yang ditulis untuk menyatakan bahwa Tuhan menuntut kejujuran dalam perdagangan (bnd. Ams. 16:11 dan 20:10, 23).

Dalam kitab-kitab Perjanjian Lama yang lain; seperti kitab Keluaran, Imamat, Ulangan, 1 Tawarikh, Yehezkiel, Amos, Mikha, dsb, terus-menerus menekankan pesan yang sama mengenai pentingnya kejujuran dan betapa Allah membenci dosa penipuan. Batu merupakan alat ukur yang digunakan untuk menimbang sesuatu dalam dunia zaman dulu. Dalam Ulangan 25:13, ditekankan bahwa tidak boleh ada batu timbangan yang kecil dan yang besar, yang seakan-akan ingin menjelaskan bahwa kejujuran tidak boleh dikompromikan dengan sesuatu yang sifatnya menipu; atau kejujuran yang setengah-setengah. Hal yang serupa juga disampaikan dalam Amos 8:5, yang intinya menegur pedagang-pedagang Samaria karena mengecilkan efa (ukuran isi) dan membesarkan syikal (harga yang harus dibayar oleh pembeli). Tampaknya, penghargaan terhadap nilai kejujuran ini tidak hanya diperhatikan oleh kalangan orang percaya tetapi ternyata juga dihargai oleh hukum-hukum yang diterapkan dalam dunia zaman dulu yang menentang penipuan.

Kejujuran mendatangkan berkat Allah, yang juga nampak melalui adanya kepercayaan dari orang-orang di sekeliling kita. Di tengah-tengah zaman yang sudah dinodai praktik penipuan dan kejujuran yang samar-samar ini, masihkah kita berusaha hidup jujur dan murni di hadapan Allah dalam segala hal yang kita lakukan? Apalah guna keuntungan yang didapat dari ketidakjujuran; sedangkan Tuhan sedang murka atas perbuatan kita tersebut? Mari kita hidup dalam kemurnian sikap yang benar di hadapan Tuhan, bertindak jujur dalam seluruh laku kita yang nyata untuk disaksikan orang dan Tuhan sendiri.

STUDI PRIBADI: Bagaimana sikap orang Kristen dalam hal kejujuran di zaman ini? Apakah kejujuran telah berintegral dalam hidup kita di hadapan Allah?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar setiap kita memiliki sikap yang jujur dalam segala hal yang kita kerjakan, sehingga melalui hidup ini, nama Tuhan dipermuliakan. Hikmat Tuhan membukakan mata hati kita untuk hidup jujur.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami