Jumat, 15 Januari 2010
Kuatir: Masalah Setiap Orang

Ayat Bacaan: Matius 6:25-34
“Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” (Matius 6:31)

Tema kekuatiran terus saja diperbincangkan dan dibahas sepanjang masa, karena kekuatiran adalah sesuatu hal yang selalu muncul dan menjadi bagian hidup dari manusia, termasuk juga dalam kehidupan rohaniwan.

Mungkin, karena alasan di ataslah yang membuat Tuhan Yesus perlu mengupas dan membahas masalah kekuatiran di dalam khotbah di bukit, karena Ia tahu manusia, bahkan juga anak-anak-Nya akan selalu bergumul dengan masalah ini. Jadi, kita mempelajari apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, supaya kita tidak menjadi orang yang hidup penuh kekuatiran.

Pertama, cara mengatasi kekuatiran adalah dengan senantiasa hidup berdekatan dengan Tuhan. Di dalam khotbah-Nya di bukit, Tuhan Yesus mengajarkan dan memperkenalkan Allah sebagai Bapa, yang menyatakan adanya relasi kedekatan. Dengan kita menyadari dan semakin mengenal bahwa Allah adalah Bapa kita, dan Bapa mengetahui segala kebutuhan kita (ay. 32), saat inilah akan merasa tenang.

Kedua, cara mengatasi kekuatiran adalah dengan datang kepada Bapa. Kita tahu sekarang bahwa kita bisa datang kapanpun pada Bapa kita. Kita boleh menceritakan dan menaikkan segala keinginan hati kita kepada-Nya, karena Ia adalah Bapa kita yang baik (bnd. 7:7-11). Setiap kali kekuatiran itu muncul dan datang menghantui kita, di waktu itulah kita dapat datang dan menyampaikan semua kekuatiran kepada Bapa kita dan Ia akan memberikan ketenangan dan kedamaian.

Ketiga, cara mengatasi kekuatiran adalah dengan mengarahkan pikiran dan hati kita kepada pekerjaan Tuhan yang Ia sudah tetapkan dalam hidup kita (ay. 33). Kekuatiran itu seringkali muncul karena kita terlalu memperhatikan kehidupan kita sendiri dan bukan mencari tahu keinginan-Nya dalam hidup kita. Firman Tuhan mengatakan ketika kita hidup dengan pikiran dan hati yang senantiasa rindu untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan di dalam hidup kita, di saat itulah kita akan merasakan berkat Tuhan yang membuat kita sadar bahwa tidak ada yang perlu lagi kita kuatirkan di dalam hidup ini. Jika demikian, bagaimanakah sikap hidup Anda selama ini?

STUDI PRIBADI: Apa yang menyebabkan kita menjadi kuatir? Bagaimana caranya agar kita tidak kuatir?

DOAKAN BERSAMA: Mari berdoa kepada Bapa kita supaya kita diberikan iman dan kepercayaan, serta hati dan pikiran yang tertuju akan pekerjaan Tuhan di dalam diri kita masing-masing. Tuhan memimpin kita senantiasa, janganlah kita kuatir.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami