Ayat Bacaan: Mazmur 90:12
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
(Mazmur 90:12)
Jika ditanya, “Kapankah seseorang mulai menghitung-hitung hari-hari dalam hidupnya?” Penulis menemukan, paling tidak ada tiga momen penting di mana seseorang menghitung berapa lama lagi waktu yang tersisa baginya.
Pertama, waktu sakit. Ketika harus istirahat total karena kondisi sakit, maka waktu berjalan seolah-olah begitu lambat. Bersyukur jika bisa dirawat di rumah sendiri, tapi akan bertambah runyam kalau dirawat di rumah sakit. Di saat tidak bisa tidur karena suasana rumah sakit, seringkali membuat kita mulai merenung dan memikirkan hari-hari kita. Apalagi sakit yang kita derita adalah bersifat terminal (dokter sudah angkat tangan), sehingga ada begitu banyak pikiran, baik itu kekuatiran, harapan, kekecewaan ataupun penyesalan datang silih berganti.
Kedua, waktu usia tua. Mazmur 90 adalah tulisan Musa yang dikumpulkan Raja Daud. Sebuah tulisan yang menjadi introspeksi hidup Musa. Siapapun dia, seberapa tinggi pendidikan dan seberapa baik rohaninya, di usia tua, ketika harus menyaksikan satu-persatu teman-temannya sakit dan meninggalkan dunia ini, pasti akan berpikir, “kapan giliranku?”
Ketiga, waktu pergantian tahun. Walaupun sifatnya rutin, pergantian tahun merupakan kesempatan baik bagi kita untuk mengintrospeksi diri, baik dalam pekerjaan, keluarga ataupun pelayanan. Di setiap awal tahun, biasanya ada target pekerjaan yang kita canangkan, ada janji-janji rohani yang kita naikkan kepada Tuhan, mau lebih rajin baca Alkitab, lebih rutin berdoa dan lebih setia beribadah; namun, hampir di setiap penghujung tahun kita menemukan kekecewaan. Target, rencana ataupun janji-janji kita ternyata masih jauh dari harapan, tapi hebatnya, dengan penuh percaya diri kita mengawali tahun yang baru dengan target, rencana dan program yang baru lagi. Sadarkah kita bahwa waktu kita adalah terbatas, suatu saat hidup ini akan berakhir. Kapan kita akan sungguh-sungguh memakai waktu kita dengan baik? Dan bukan sekadar rencana demi rencana? Pakailah hidup dengan bijak, muliakanlah Allah melalui hidup kita.
STUDI PRIBADI: Pentingkah kita menghitung hari-hari kita? Jelaskan! Apa dampak dari menghitung hari dan tidak menghitung hari?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah dan mintalah hikmat dari Tuhan agar kita dapat menghargai dan memakai waktu yang saat ini Tuhan berikan bagi kita, sehingga kita dapat memakai hidup ini dengan bijaksana untuk sesuatu yang bernilai kekal.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index