Selasa, 12 Januari 2010
Puji-pujian yang Berkenan (2)

Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 16:1-30 (lanjutan)
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (Kisah Para Rasul 16:31)

Dalam penderitaan di penjara pada malam yang gelap itu, Paulus dan Silas memuji-muji Tuhan; pujian mereka ini terdengar oleh segenap penghuni penjara. Apa yang dapat kita pelajari? Pertama, motivasi pujian Paulus dan Silas. Pujian yang berkenan bagi Tuhan adalah pujian yang dapat menyentuh hati sendiri, menyentuh hati orang lain, bahkan menyentuh hati Tuhan.

Kedua, pendengar pujian Paulus dan Silas. Dalam malam yang gelap itu, siapakah yang menjadi pendengar dari puji-pujian Paulus dan Silas? (1) adalah para tahanan dalam penjara, termasuk juga kepala penjara yang menjaga mereka. Dalam kondisi seperti itu, agaknya sulit bagi Paulus dan Silas untuk memberitakan Injil pada para tahanan dalam penjara. Mereka tentu heran, kekuatan apa yang mendorong mereka melakukan semua itu, sehingga bukan keluh-kesah yang keluar dari mulut mereka, melainkan puji-pujian? (2) malaikat Tuhan mendengar pujian itu. Tuhan pasti telah mengutus para malaikat untuk mendampingi dan memberi kekuatan pada mereka. Terbukti, kemudian penjara goncang, para tahanan terlepas dari belenggu mereka; semua ini adalah perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan melalui malaikat-Nya. (3) pendengar pujian itu adalah Allah Bapa sendiri, sehingga Dia menyatakan kemuliaan-Nya di tengah-tengah penjara pada malam itu. Apa dampaknya?

(1) mujizat terjadi, seluruh penjara goncang, belenggu tahanan terlepas dan kepala penjara menjadi sangat ketakutan dan hampir bunuh diri, jika tidak ditahan oleh Paulus. Bagi hamba-hamba Tuhan yang menderita karena Injil, Tuhan pasti mendampingi; demikian juga dengan Paulus dan Silas. Sebab itu, jika Tuhan beserta kita, siapakah lawan kita? (2) Kepala penjara dan seisi keluarganya percaya kepada Tuhan dan dibaptis dalam nama-Nya. Puji-pujian yang benar akan memimpin orang lain, keluarga kita yang belum percaya untuk bertekuk lutut, di hadapan Tuhan. Marilah kita selalu memuji Tuhan, khususnya melalui penderitaan, kita memenangkan jiwa-jiwa untuk datang kepada Tuhan.

STUDI PRIBADI: Apa dampak pujian rohani bagi kehidupan seseorang? Apakah hubungan antara pujian rohani dengan pekerjaan Tuhan?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar di tengah-tengah pergumulan, setiap kita tetap memuji-muji Tuhan sebagai ungkapan kepercayaan dan pengharapan kita akan pemeliharaan-Nya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami