Sabtu, 09 Januari 2010
Perintah Jangan Membunuh (1)

Ayat Bacaan: Matius 5:21-22a
“Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama.” (Matius 5:22a)

Melalui hukum Taurat, Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel untuk tidak membunuh (bnd. Kel 20:13). Perintah ini berguna bagi kehidupan sosial antar sesama manusia untuk menghargai hidup yang merupakan karunia Allah. Sebab, manusia dalam kebersamaan hidup dengan sesamanya tidak memiliki hak untuk menghilangkan nyawa manusia lainnya dengan alasan apapun; meskipun Tuhan “memberikan” hak kepada pemerintah sebagai wewenang untuk menegakkan keadilan dan menjamin keamanan hidup masyarakatnya (lih. Rm. 13:1-5).

Dalam kehidupan umat Israel, pemahaman terhadap perintah “jangan membunuh” ini ternyata hanya dimaknai secara harafiah dalam bentuk tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa sesamanya. Sekalipun pemaknaan harafiah ini tidak boleh diabaikan begitu saja, namun dalam kenyataannya, tindakan membunuh secara jasmani telah mewarnai kehidupan manusia, sejak dari Kain membunuh Habel sampai zaman modern dan beradab ini.

Karena itu, perintah “jangan membunuh” tetap mengena dan kontekstual dalam kehidupan manusia yang sudah berdosa ini. Sehingga dalam pembahasan topik hukum Taurat ini, Yesus menempatkan perintah “jangan membunuh” sebagai yang pertama untuk mendapatkan perhatian yang semestinya yakni agar manusia menghargai sesamanya. Perkataan Yesus “tetapi Aku berfirman kepadamu” ini tidak bermaksud membuang perintah Tuhan dalam Taurat itu, sebaliknya Ia ingin “memperdalam” makna pembunuhan itu sendiri, sehingga umat-Nya dapat mengerti bahwa pembunuhan memiliki latar belakang motivasi yang harus diusut tuntas. Melalui ayat ini, Yesus ingin kembali menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan yang berfirman sebagaimana firman-Nya dalam hukum Taurat. Yesus ingin menyatakan bahwa umat-Nya harus mau mendengarkan-Nya, sebab pemahaman yang dangkal dari Yudaisme tidak memenuhi maksud kehendak-Nya yang telah tercantum dalam hukum Taurat itu. Karena itu, Dia mau agar umat Kristen mendalami perintah Taurat itu sesuai dengan pengajaran-Nya.

STUDI PRIBADI: Apa hakekat dari perintah “jangan membunuh” ini? Mengapa manusia diperintahkan untuk tidak membunuh? Bagaimana dengan pemerintah?

DOAKAN BERSAMA: Bersyukurlah untuk kehadiran Yesus dalam kehidupan manusia yang telah memperbaharui dan memperkaya makna hukum Taurat dalam kehidupan Gereja sehingga kita beroleh hikmat dan bijaksana yang benar.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami