Ayat Bacaan: Ibrani 2:1-4
“Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan.” (Ibrani 2:3)
Banyak orang berpikir bahwa belajar doktrin iman Kristen tidak terlalu penting, sebab itu hanyalah teori belaka. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa asumsi yang demikianpun sebenarnya mencerminkan suatu “doktrin” atau “konseptual” yang kita miliki?! Jika seseorang mengakui bahwa doktrin itu tidak penting, maka pengakuannya tersebut menjadi/mencerminkan “doktrin” yang dimiliki dan sedang diterapkannya! Dengan kata lain, setiap orang sebenarnya memiliki “doktrin” yang mempengaruhi perilaku hidupnya, entah itu baik atau buruk!
Dalam bacaan hari ini, penulis Kitab Ibrani mengingatkan kepada jemaat mula-mula bahwa mereka telah mendengar dan menerima doktrin keselamatan; dan doktrin tersebut harus “merasuk” atau “melandasi” setiap aspek kehidupan mereka. Artinya, kehidupan yang mereka jalani haruslah sesuai atau harus mencerminkan keyakinan (doktrin) yang mereka imani. Sebaliknya, jika tidak demikian, maka mereka sebenarnya menyangkali apa yang mereka dengar dan percayai. Sebagai konsekuensinya, mereka akan berhadapan dengan pengadilan Tuhan sendiri; seperti yang telah dijelaskan dalam ayat 2-3.
Jadi, dari sikap penulis Kitab Ibrani ini, kita bisa belajar bahwa mengerti doktrin itu penting, bukan hanya untuk menangkis ajaran yang tidak sehat, tapi juga memberikan arahan bagaimana kita bertindak dan berperilaku sebagai jemaat Tuhan yang bertanggung jawab; khususnya, mengingat banyaknya perilaku-perilaku hidup dan keimanan seseorang pada masa kini yang tidak lagi sesuai dengan ajaran yang sehat; atau sikap yang acuh tak acuh terhadap doktrin yang sehat.
Karena itu, kita harus mulai memperhatikan dengan teliti ajaran yang sehat, yang sesuai firman Tuhan—bukan untuk dijadikan teori belaka atau kepuasan kognitif kita, melainkan untuk dipraktikkan dan menjadi landasan bagi perilaku hidup kita. Dengan jalan demikianlah, kita dapat terhindar dari “ajaran yang tidak sehat” maupun “perilaku kehidupan yang tidak sehat" (anti doktrin/kebenaran Allah).
STUDI PRIBADI: Apa korelasi antara doktrin dan perilaku seseorang? Mungkinkah doktrin yang tidak sehat menghasilkan perilaku yang sehat; atau sebaliknya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar Tuhan memberikan pertolongan kepada jemaat-Nya untuk mengerti kebenaran-Nya, bukan menjadikannya sebagai teori belaka, tetapi untuk dipraktikkan dalam kehidupan mereka.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index