Ayat Bacaan: 3 Yohanes 1:4 (lanjutan)
“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.” (3 Yohanes 1:4)
Selain dua alasan yang telah kita bahas kemarin, alasan lain mengapa Yohanes bersukacita ketika mendengar bahwa jemaatnya hidup dalam kebenaran adalah dengan hidup dalam kebenaran; ini berarti, seseorang dihindarkan dari ajaran yang menyesatkan dan menghancurkan hidupnya.
Pada zaman itu, ajaran sesat banyak beredar di tengah-tengah gereja Tuhan sehingga ini menjadi perhatian para rasul, termasul rasul Yohanes. Para pengajar sesat ini bukan hanya memberikan ajaran yang sesat, tetapi juga teladan hidup yang tidak benar; sehingga jemaat tidak dibawa hidup dalam kebenaran, tetapi dalam dosa. Keselamatan di dalam Tuhan Yesus dibuat menjadi sia-sia. Oleh karena itu, ketika Yohanes mendengar bahwa jemaatnya hidup dalam kebenaran, ia bersukacita.
Dalam kehidupan saat ini, juga kita temukan banyak ajaran sesat yang mirip sekali dengan kekristenan. Tapi, kalau diteliti dengan lebih jelas dalam terang firman Tuhan, maka dapat ditemukan kesalahannya. Misalnya saja, ajaran saksi Yehova dan Mormon yang beredar pada zaman ini memang menggunakan nama Tuhan Yesus, termasuk Alkitab; tetapi mereka sama sekali tidak mempercayai Alkitab dan Tuhan Yesus seperti yang kita percayai. Maka, kita harus selalu berhati-hati!
Selain itu, yang juga harus menjadi perhatian dalam hidup kita dan anak-anak kita adalah, mungkin kita tidak disesatkan oleh pengajaran sesat, tetapi kita disesatkan oleh pengaruh dunia ini. Dunia dengan segala pengaruhnya seringkali membentuk tingkah laku dan cara pandang kita yang semakin jauh dari firman Tuhan. Akibatnya, kita mengaku sebagai orang Kristen yang taat beribadah, bersaat teduh, dan melayani; tetapi tingkah laku kita, cara kita berpikir dan bertindak, sangatlah jauh dari firman Tuhan, dan bahkan, kita justru serupa dengan dunia ini. Hal ini kemudian mempengaruhi iman dan pelayanan kita. Karena itu, mari kita lebih tekun belajar firman Tuhan dan tidak dengan mudah digoyahkan oleh pengajaran sesat dan pengaruh dunia ini.
STUDI PRIBADI: Pengaruh buruk apa saja yang dapat menjadi ancaman bagi iman kita? Bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menghadapinya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi pertumbuhan iman setiap anak-anak Tuhan agar setiap kita mampu menghadapi ajaran sesat yang dapat merusak iman dengan hanya berlandaskan pada kebenaran firman-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index