Ayat Bacaan: 3 Yohanes 1:4
“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.” (3 Yohanes 1:4)
Sebagai orangtua, sukacita terbesar kita adalah ketika melihat anak yang kita lahirkan tumbuh dewasa dengan baik, mendapat pasangan hidup, memiliki penghasilan yang baik, dan memiliki anak-anak yang lucu dan manis. Siapakah orangtua yang tidak ingin anaknya mendapatkan kebaikan-kebaikan tersebut? Tapi, bagi Rasul Yohanes, sukacita terbesar adalah ketika melihat anak-anaknya (jemaat) hidup di dalam kebenaran. Tidak ada sukacita yang bisa menandingi hal ini. Mengapa?
(1) Dengan hidup dalam kebenaran-Nya; itu tanda bahwa seseorang telah memiliki keselamatan di dalam Kristus. Tanda bahwa seseorang sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus bukan semata-mata tampak secara eksternal, seperti: telah dibaptis, melayani, berdoa, beribadah, dan bersaat teduh. Tetapi, bagaimana hidupnya ada di dalam kebenaran firman Tuhan? Setiap kita diselamatkan agar dimampukan untuk hidup dalam kebenaran-Nya. Tuhan Yesus dalam doa-Nya berkata, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17). Tuhan rindu, setiap orang yang percaya pada-Nya hidup dalam kebenaran firman-Nya. Adakah kita rindu untuk selalu dipimpin di jalan yang benar dan diingatkan/dikoreksi ketika berada di jalan yang salah?
(2) Dengan hidup di dalam kebenaran, berarti seseorang mempunyai kehidupan rohani yang bertumbuh, berbuah, dan menjadi berkat. Orang yang hidup dalam kebenaran meletakkan hidupnya kepada Sumber Hidup yang sejati, yaitu diri Tuhan Yesus sendiri. Ini digambarkan Tuhan sebagai ranting yang menempel pada pokok anggur (Yoh. 15:1-8). Ketika hidup kita menempel pada Pokok Anggur yang benar, Tuhan Yesus, maka kita akan seperti ranting yang menghasilkan buah. Sehingga, hidup rohani kita dapat dikatakan bertumbuh dan menjadi berkat bagi orang lain serta memuliakan Tuhan. Bukankah ini adalah tujuan utama Tuhan dalam menciptakan dan menyelamatkan kita? Mari kita tidak hanya mendoakan anak-anak kita untuk memiliki kehidupan yang baik dan berkecukupan, tetapi juga agar mereka dapat hidup di dalam kebenaran.
STUDI PRIBADI: Apa yang dimaksud Yohanes bersukacita karena hidup dalam kebenaran? Apa perbedaan antara sukacita dalam kebenaran dengan sukacita duniawi?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi keluarga dan orang-orang yang kita kasihi agar mereka bisa sungguh-sungguh mengenal kebenaran dan hidup di dalamnya, sehingga nama Tuhan dipermuliakan dan hidup mereka menjadi teladan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index