Ayat Bacaan: Mazmur 90:1-17
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian,
hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
(Mazmur 90:12)
Para teolog Perjanjian Lama yang mempelajari Kitab Mazmur sebenarnya masih berdebat apakah judul “Doa Musa” ini menunjukkan bahwa Mazmur ini benar-benar hasil karya Musa atau hanya sebuah karya yang memakai nama Musa. Namun, bila menilik dari penggunaan kosa kata dalam Mazmur ini, dan membandingannya dengan Kitab Taurat Musa (Kejadian sampai dengan Ulangan), serta penggunaan bentuk kata kerja kuno, maka cukup meyakinkan apabila kita menerima bahwa Musa adalah penulis Mazmur ini.
Kemungkinan Musa menulis Mazmur ini dilatarbelakangi oleh peristiwa-peristiwa Bilangan yang mengisahkan Tuhan menghukum orang-orang Israel karena kejahatan-kejahatan mereka, sehingga semua golongan senior musnah sama sekali. Yang memasuki tanah Kanaan ialah generasi yang sama sekali baru. Di sini Musa sadar bahwa hidup manusia selalu ada di bawah bayang-bayang “murka” Tuhan. Hidup bisa berakhir kapan saja bila Ia hendak mengambilnya. Lalu mengapa hidup yang singkat itu harus diisi dengan kebebalan dan pemberontakan terhadap Allah, seperti halnya yang dilakukan oleh generasi senior bangsa Israel waktu itu?
Sebuah langkah untuk mengisi hidup yang tak pernah diketahui kapan akhirnya, ialah dengan “menghitungnya” agar memiliki hati yang bijaksana. Menarik disimak, bahwa konsep bijaksana dalam Perjanjian Lama biasanya selalu dikaitkan dengan keputusan yang tepat dalam hidup. Namun muatannya bukan sekadar tepat, tapi juga apakah keputusan yang tepat itu sesuai dengan kehendak Allah dan membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Jadi, tolok ukur tepat di sini bukan dalam sisi pandang manusia, namun dari bagaimana perspektif Tuhan. Nyatanya, kadang terdapat jurang perbedaan yang besar antara tepat menurut Allah dan menurut manusia. Sebuah refleksi untuk melihat apakah diri Anda sudah “menghitung hari,” cobalah pikirkan apakah di hadapan-Nya, Anda hari ini sudah lebih baik dari Anda yang kemarin? Apakah Anda besok akan lebih baik daripada Anda hari ini? Sudahkan Anda bertambah mencintai-Nya?
STUDI PRIBADI: Mungkinkah kita, dengan menghitung hari dapat bertambah bijaksana? Apakah maksud Musa agar kita menghitung hari?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar Tuhan memberkati pergumulan dan perjalanan kita dalam menghitung hari; serta memberi kita hati yang bijaksana, yang membuat kita semakin baik dan berkenan di hadapan-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index