Ayat Bacaan: 1 Raja-Raja 19:1-8 (lanjutan)
“Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.” (1 Raja-Raja 19:3)
Banyak orang berpikir bahwa penyebab utama dari “burn out” adalah stress. Dr. Frank Minirth dan Dr. Paul Meyer yang banyak menulis dan menyelidiki tentang burn out mengatakan bahwa penyebab burn out yang utama bukanlah stress, tetapi bitterness (kepahitan). Penyebab kedua adalah personality styles (gaya kepribadian) dan penyebab ketiga yaitu stress. Kepahitan—menolak untuk mengampuni orang lain ataupun diri sendiri—menyebabkan hidup kita “burn out.” Kepahitan melenyapkan perasaan damai dan sukacita. Kepahitan merugikan diri sendiri. Kepahitan bekerja seperti racun, meracuni pikiran dan tindakan kita. Lambat laun, hidup kita menjadi lemah dan rusak.
Ini adalah alasan ketiga, kenapa seseorang bisa sampai mengalami kondisi burn out, yaitu disebabkan karena adanya akar kepahitan. Dalam kasus Elia, ia tidak dapat mengampuni dirinya sendiri ketika ia berkata: “...Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku.” Pertanyaannya, apakah betul Elia tidak lebih baik dari nenek moyangnya?
Seorang pelayan Tuhan ketika menghadapi burn out; ia ibarat prajurit yang terluka yang membutuhkan perawatan dan pengobatan. Namun yang ia dapat bukannya pemulihan dan kesembuhan, sebaliknya, tetap dalam kondisi terluka. Gereja harus menjadi tempat pemulihan bagi mereka yang mengalami burn out dalam pelayanan, pekerjaan serta kehidupan. Tuhan Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Ku pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Ku pasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” (Mat. 11: 28-30).
Hari ini, beban apa yang terus-menerus Anda pikul sepanjang hidup, yang membuat Anda menjadi letih lesu dan berbeban berat, sehingga hal itu mengakibatkan hidup dan pelayanan Anda mengalami kejenuhan dan kemandekan. Datanglah kepada Kristus!
STUDI PRIBADI: Bagaimana langkah yang tepat untuk mengantisipasi kondisi burn out? Apakah kita dapat menghindari atau tidak terkena kondisi burn out?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap jemaat agar setiap jemaat tidak mencari pertolongan di tempat lain, selain Tuhan, dalam menghadapi kondisi burn out, sehingga mereka mengalami pemulihan yang sejati.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index