Sabtu, 28 November 2009
Antara Iman dan Perbuatan

Ayat Bacaan: Yakobus 2:14-26
“Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yohanes 6:29)

Ada yang berpendapat bahwa kesan pertama sangat penting dalam kita menilai sesuatu. Ada pula yang berkata bahwa nilai sebuah buku tidak bisa dihakimi dari tampilan sampulnya. Mengenai kedua opini tersebut, masing-masing ada benarnya, walaupun tidak sepenuhnya. Tetapi, tidak demikian halnya dengan iman dan perbuatan yang tidak mungkin dapat terpisahkan. Ketika seseorang berani mengatakan bahwa dirinya memiliki iman, maka iman itu sudah seharusnya terpancar dalam perbuatan dan kehidupannya. Ketika iman seseorang bertumbuh, maka perbuatannya turut berubah ke arah yang lebih baik. Tidak mungkin bila seseorang dikatakan beriman tapi tanpa ada bukti perbuatan baik dalam kehidupannya. Hanya saja, harus tetap kita ingat, bahwa kita diselamatkan oleh iman dalam Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi kita, bukan karena perbuatan kita.

Firman Tuhan tidak pernah menyatakan bahwa perbuatan baiklah yang akan membawa kita ke sorga. Markus 16:16 dengan tegas tertulis, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Bahkan di dalam Yohanes 6:28-29, ketika orang banyak bertanya pada Yesus tentang pekerjaan/perbuatan apa yang dikehendaki Allah, Yesus menjawab bahwa, “pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Ini berarti, keselamatan itu soal percaya atau tidak; sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang kita perbuat, karena perbuatan baik adalah akibat dari iman percaya yang kita punya. Perbuatan baik bukanlah syarat untuk mempunyai iman, apalagi untuk mendapatkan keselamatan.

Sebagai anak Tuhan, jangan sampai kita berpendapat bahwa diri kita lebih baik dari orang lain, karena banyaknya perbuatan baik, amal, dan jasa yang sudah kita lakukan; atau, kita diselamatkan karena prestasi kita; atau mungkin kita merasa tidak mempunyai harga diri, lemah dan tidak berdaya sehingga tidak mungkin Tuhan mau menyelamatkan diri kita. Ingatlah! Kita diselamatkan hanya karena kasih karunia Tuhan.

STUDI PRIBADI: Manakah yang lebih dulu dalam urutan keselamatan kita, iman ataukah perbuatan baik? Dari manakah kita tahu pertumbuhan iman seseorang?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar mereka mengalami pertumbuhan iman yang baik, sehingga hal ini berdampak pada perbuatan baik mereka kepada sesamanya dan kemampuan menjadi berkat bagi lingkungannya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami