Ayat Bacaan: Filipi 2:1-8 (lanjutan)
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” (Filipi 3:10)
Ketika kita berusaha taat dan setia kepada Tuhan, apakah yang kita harapkan dari-Nya? Tentunya, sebagian besar kita akan menjawab bahwa kita mengharapkan berkat, pertolongan, keberhasilan, sukacita, dan damai sejahtera dalam kehidupan kita. Harapan ini tidak salah dan tidak bertentangan dengan Alkitab. Namun demikian, harapan ini menjadi salah apabila motivasi ketaatan kita kepada Bapa di sorga bukan untuk memuliakan Dia tapi untuk mendapatkan sesuatu dari pada-Nya. Bahkan, seringkali kita berlomba-lomba untuk mau taat agar kita dapat menyaksikan (memamerkan) pada orang lain betapa baiknya kita dan betapa banyaknya berkat yang kita dapatkan dari Tuhan.
Hari ini adalah hari ketiga kita telah merenungkan dan meneladani kehidupan Tuhan Yesus yang mempunyai kesetiaan dan ketaatan yang sempurna kepada Bapa di sorga. Dia rela melakukan apa saja demi untuk melakukan kehendak Bapa-Nya. Bahkan, ketaatan-Nya itulah yang membawa Dia ke kayu salib. Paling tidak, ada tiga “hukuman” yang Tuhan Yesus derita, justru yang disebabkan karena Dia taat kepada Bapa-Nya. Pertama, mengalami siksaan fisik yang sulit ditanggung manusia. Kedua, Dia harus mengalami satu-satunya “keterpisahan” dengan Bapa-Nya. Ketiga, harus mati di atas kayu salib. Tapi, justru karena penderitaan-penderitaan inilah, manusia yang berdosa mendapatkan berkat dan anugerah terbesar dalam hidupnya, yaitu keselamatan kekal.
Kesetiaan dan ketaatan kita kepada Tuhan tidak selamanya membawa berkat secara langsung kepada diri kita sendiri, tetapi terkadang justru membawa kesulitan dan pergumulan dalam kehidupan kita. Namun, yakin dan percayalah bahwa pasti ada pertolongan Tuhan ketika kita taat dan setia pada Tuhan. Bahkan, mungkin Tuhan sedang memakai kesulitan dan pergumulan kita untuk membawa berkat bagi orang lain. Karena itu, marilah kita menyadari bahwa setiap kesulitan yang terjadi atas kehendak Tuhan, tidak akan sia-sia; sebaliknya, dapat dipakai-Nya untuk kebaikan, baik bagi diri kita sendiri dan orang lain.
STUDI PRIBADI: Ketaatan tidak selalu mendatangkan berkat materi, tetapi pasti mendatangkan kelimpahan pengalaman rohani, bagaimana pendapat Anda? Apa alasannya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan mintalah kekuatan dari-Nya agar kita sebagai orang Kristen dapat hidup dalam ketaatan kepada-Nya, supaya kita memiliki kelimpahan pengalaman dan berkat rohani.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index