Kamis, 26 November 2009
Siapakah Teladanmu (2)

Ayat Bacaan: Filipi 2:1-8 (lanjutan)
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” (Filipi 3:10)

Menurut dunia, salah satu penyebab utama manusia dapat bertahan dan bersemangat hidup adalah “harga dan adanya kemampuan/keyakinan diri yang ia miliki.” Apabila seseorang mempunyai harga diri yang tinggi, tentu dia akan menghadapi kehidupannya dengan optimis. Tetapi sebaliknya, harga diri yang hilang akan membuat seseorang tidak berani melanjutkan hidupnya. Karena itu, tidak mengherankan bila saat ini banyak sekali seminar-seminar yang diadakan dengan tujuan agar orang sadar bahwa dia mempunyai harga diri dan termotivasi untuk hidup.

Tapi, bagaimana dengan harga diri Tuhan Yesus? Untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, Dia tidak datang sebagai seorang raja, dengan segala kemuliaan, kehormatan, dan kebesaran-Nya. Sebaliknya, Dia justru menunjukkan kesungguhan dan kasih-Nya dengan cara merendahkan diri-Nya. Dia lahir di atas palungan, di dalam kandang hewan. Dia menjalani kehidupan-Nya dengan sangat sederhana, bahkan dikhianati dan dibunuh sebagai “seorang penjahat yang terkutuk” (ay. 7). “Segala kemuliaan” yang didapat-Nya, karena Dia mau merendahkan diri dan tunduk pada kehendak Bapa-Nya (ay. 9).

Mungkin sebagai anak Tuhan kita sudah terlalu angkuh atau sombong. Keangkuhan itu dapat berupa penolakan kita akan kehendak Tuhan, ketika Ia menyuruh kita melakukan hal-hal yang sepele dan kita merasa bahwa diri kita terlalu besar untuk melakukannya. Keangkuhan kita dapat juga berupa penolakan kita apabila Tuhan ingin kita melakukan hal-hal yang besar dan melampaui kemampuan kita. Kita pikir, kita tidak mungkin melakukannya karena kita merasa paling mengenal diri kita dan meragukan kuasa Tuhan untuk merubah diri kita. Sebagai anak Tuhan, kita berharga bukan karena tingginya harga diri kita, tetapi karena kasih dan pengorbanan Kristus saja. Rendahkanlah hatimu, percayalah kepada Tuhan, dan akuilah Dia dalam hidupmu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:6). Karena itu, sudah semestinya kita tidak menilai keberadaan diri kita dari apa yang kelihatan dan yang kita miliki, tetapi dari firman-Nya.

STUDI PRIBADI: Menurut dunia, seseorang bernilai atau berarti apabila ia memiliki apa? Apakah Anda merasa hebat atau lemah, jika menurut ukuran dunia?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi para pemuda Kristen agar mereka tidak menilai diri mereka berdasarkan kepemilikan harta atau materi, melainkan karena pengorbanan Kristus yang telah dikerjakan-Nya sampai tuntas.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami