Selasa, 24 November 2009
Doa Orang Benar (2)

Ayat Bacaan: Kejadian 18:23-33 (lanjutan)
“Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu? Firman-Nya: Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.” (Kejadian 18:28)

Ada pertanyan yang sering ditanyakan orang percaya: “Jika segala sesuatu di dalam dunia ini sudah ditetapkan Tuhan, untuk apa kita berdoa? Apakah doa yang kita naikkan dapat mengubah keputusan dan ketetapan Tuhan?” Sudah jelas jawabannya “Tidak!” Jika demikian, “Untuk apa kita berdoa, jika semua sudah diatur dan ditetapkan Tuhan?”

Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, kita perlu menyadari bahwa munculnya pertanyaan ini didasarkan kepada konsep doa yang keliru, yaitu doa harus dijawab, “Ya.” Atau dengan kata lain, kita berdoa untuk menyuruh Tuhan (yang kita anggap sebagai budak atau bawahan kita) menjalankan apa yang kita perintahkan. Alkitab tidak pernah mengajarkan konsep doa demikian ini. Dari bagian firman Tuhan ini, justru kita melihat suatu hal yang berbeda.

Ketika Abraham berdoa, ia tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada Tuhan dengan meminta-Nya untuk melakukan keinginan hatinya. Justru, yang Abraham lakukan adalah senantiasa bertanya dan mencari tahu kehendak Tuhan, supaya ia boleh hidup dan menjalankan kehendak Tuhan tersebut. Inilah konsep doa yang benar. Doa adalah usaha manusia untuk mencari tahu kehendak Tuhan dan kemudian memohon kemurahan-Nya untuk memberinya kekuatan dan menjalankan kehendak-Nya.

Dengan konsep doa yang demikian, setidaknya dua perubahan yang akan terjadi: perubahan dalam isi doa dan perubahan dalam sikap berdoa. (1) Orang yang berdoa dengan maksud mengetahui kehendak Tuhan tidak akan menaikkan permohonan dan permintaan saja dalam doa-doanya. Melainkan, ia akan berdoa memohon supaya kehendak Tuhan yang jadi di dalam dan melalui dia. (2) Dengan konsep yang benar, kita tidak mungkin berdoa dengan mental tuan, melainkan kita akan menyadari bahwa kita ini hanyalah hamba, dan kita akan datang kepada Tuhan melalui doa dengan sikap penuh kerendahan hati—karena kita hanyalah debu dan abu (bnd. ay. 27) dan dengan ucapan syukur—karena kita ini, manusia yang tidak layak, diberi anugerah untuk menghampiri Tuhan yang suci dan mulia.

STUDI PRIBADI: Apakah arti dan makna berdoa menurut Alkitab? Bagaimana membedakan doa yang Alkitabiah dengan doa yang salah?

DOAKAN BERSAMA: Marilah kita berdoa dan memohon Tuhan memurnikan hati serta pikiran kita, sehingga kita dapat berdoa dengan benar sesuai kehendak-Nya. Apapun yang terjadi, kita mau belajar dan taat menaikkan doa dengan benar.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami